
nameera diam mematung, memikirkan satu nama yang saat ini mereka berdua bicarakan," gue takut banget kasi tahu rasya kalau lu itu udah nikah ra, " ucap Fitri namun lawan bicaranya itu hanya diam dengan seribu kebungkaman,
"hey ra, " Fitri menepuk pundak sahabatnya itu berulangkali barulah nameera tersadar
"lu dengerkan apa kata gue, " dan nameera hanya mengangguk
"gue takut rasya kecewa karena lu tau sendiri kan dia itu udah lama banget suka ama elu, " ucap Fitri sambil menepuk tangan sahabatnya,
nameera kembali menatap Fitri dengan tatapan yang sangat sulit di artikan, " aku bingung, " ucap nameera
"trus lu tau dia pernah cerita gini ke gue, katanya dia pernah berdiri sampai tengah malam di depan gerbang rumah elu cuma buat ketemu ama elu," cerita Fitri berhasil membuat nameera menjadi tercengang,
"lu gak bohong kan, " ucap nameera dengan keterkejutannya,
"ngapain gue boong, "ucap Fitri
hah, nameera hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar, " aku pasti akan kasi tau ke dia, tapi ini mungkin belum waktunya, " ucap nameera sambil merebahkan kepalanya di bahu Fitri,
__ADS_1
Fitri hanya bisa mengusap rambut sahabatnya, dia juga merasa kasihan dengan semua yng menimpa hidup sahabat karibnya,
………………
"aaakh, " ashila berteriak se kencang kencangnya saat sudh berada di dalam kamar berdua dengan mamanya,
"ashila ga mau tau ma, nameera harus secepatnya angkat kaki dari mansion ini, " ucap ashila dengan kemarahan yang menggebu,
"iya sayang, makanya kamu tenang dulu, " iriana mencoba menenangkan ashila
"pokoknya hari ini rencana kita harus berhasil ma," ashila sudah tak tahan untuk tidak menjalankan rencana jahatnya,
"mama diam aja, ini urusan ashila, " ucap ashila
ashila keluar dari dalam kamarnya dengan kaki yang masih pincang sebelah, ia membawa serta ponselnya mencari tempat yang aman untuk bisa melanjarkn aksinya,
namun ia tak tahu di seberang sana seseorang tetap mengintai kegiatannya, apa saja yang ia lakukan, lelaki itu tersenyum mungkin saat ini lelaki itu sedang mengumpati dirinya dengan berbagai macam umpatan namun sayang ashila tak mendengarnya,
__ADS_1
ya lelaki itu adalah zayn, dia selalu mengawasi dua wanita jahat yang saat ini berada di mansionnya, "berbuatlah sesuka hati kalian saat berada di belakangku ," ucap zayn tangannya masih sibuk membolak balikkan berkas yang ada di hadapannya,
zayn juga sudah menyuruh jack untuk terus memantau dan mengawasi ashila dan iriana,
dan betul saja saat ini ashila sedang berdiri di halaman belakang mansion, matanya sesekali melirik ke seluruh penjuru arah, " aman, " ucap ashila
ia terlihat seperti sedang menghubungi seseorang dengan senyum licik di wajahnya, jack masih terus memantau dari kejauhan namun tidak terlalu jauh,
"saya mau sekarang juga, masalah duit nanti saya transfer, " ucap ashila berbicara dengan seseorang pada sambungan telpon,
yah jack bisa mendengar semua ucaoan ashila dari awal sampai akhir, hingga ashila sudah pergi dari tempatnya berdiri,
jack langsung melaporkan apa yang ia dengar kepada tuannya, "brengsek, " umpat zayn pada sambungan telpon,
"kamu kerahkan semua anak buah kamu untuk melindungi istriku, dan ingat jangan sampai istriku lecet sedikit pun, " ucap zayn pada sambungan telpon jack, dan jack langsung mengangguki ucapan tuannya,
…………
__ADS_1
hey readers aku udh up 3 bab loh hari ini, jangan lupa like coment vote tambah favorit, ok,
jangan lupa kasih hadiah juga 😁 ini sedikit memaksa ya