Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 68


__ADS_3

Nameera tak menemukan keberadaan rasya di coffe shop, karena memang sudah seminggu ini rasya tak menyambangi coffe shop,


"Naina, "panggil nameera pada salah satu rekan kerjanya,


"iya, tumben lo masuk udah kemana aja lu, " tanya naina,


"tolong ya lo kasi ini ke bos rasya, " nameera menitipkan surut pengunduran dirinya,


" lu mau berenti kerja, " ucap naina dan nameera hanya mengangguk,


"ya udah gue pergi dulu yak, sampein salam gue sama pa bos, " ucap nameera yang langsung melenggang pergi dari coffe shop,


"thing,,

__ADS_1


satu pesan masuk ke ponsel zayn, ke dua alis zayn bertaut saat melihat sebuah pesan masuk yang dikirimkan seseorang padanya,


"kenapa dia ke rumah sakit, "gumam zayn di dalam hati karena saat ini dirinya sedang melaksanakan meeting bersama klient,


"wajahnya pucat, " zayn terlihat semakin tak tenang di saat meeting sedang berlangsung, sekertaris haikal yang duduk di samping zayn menjadi bingung saat melihat raut wajah presdirnya,


Nameera sudah masuk ke dalam mansion, hari ini ia tampak tak bersemangat akibat di dera rasa nyeri di perutnya akibat mens yang dia alami, di tambah juga rasa nyeri di lengannya akibat implan yang ia gunakan,


para maid membungkukkan badannya memberi hormat pada istri tuannya itu, bik sumi yang melihat nameera yang sedang tak bersemangat, langsung saja mendekati istri majikannya itu, "kenapa, "tanya bik sumi


" oh, tunggu disini bibik akan buatkan minuman herbal, mudah mudahan rasa nyerinya berkurang, ucap bik sumi yang langsung berjalan ke dapur untuk menyiapkan. minuman herbal untuk nameera,


tak perlu menunggu lama minuman itu sudah siap dan bik sumi langsung menyerahkannya kepada nameera, dengan sekali tegukan minuman itu kini telah ludes di lahap oleh nameera,

__ADS_1


"makasi bik, " ucap nameera dan langsung pergi menuju kamar utama,


bik sumi hanya tersenyum melihat kepergian nyonya nya itu, " semoga ke depannya hubungan mereka berdua semakin membaik, " doa bik sumi untuk nameera,


di dalam kamar nameera langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, rasanya ia tak kuat untuk melakukan apapun hari ini, badannya terasa remuk bak di hantam oleh batu besar, ia memejamkan matanya dan tak lama ia tertidur dengan pulas,


sampai meeting selesai zayn merasa tak tenang setelah melihat poto² nameera yang di kirimkan oleh orang suruhannya, beruntung hari ini tak ada jadwal yang mengharuskan dirinya hadir, "kamu handle semua pekerjaan saya mau pulang, " ucap zayn dan sekertaris haikal tak berani membantahnya,


padahal hari masih sore, dan ini belum jadwalnya pulang namun karena istri tercintanya ia harus pulang se segera mungkin,


mobil zayn sudah melesat jauh meninggalkan area perusahaan, ia mengunpat sepanjang perjalanan karena macett yang mendera ibu kota,


"shhtt,, sial kenpa harus macet segala, "umpat zayn karena kesal dengan jalanan ibu kota, memang sore hari di Jakarta terkenal dengan ke macetannya,

__ADS_1


akhirnya setelah menghadapi ke macetan yang panjang, sekarang zayn sudah sampai di mansionnya dengan selamat, para maid yang heran melihat kepulangan tuannya yang belum jadwal orang pulang bekerja hanya bisa membungkukkan badannya dan tak berani menoleh sama sekali,


zayn langsung melangkah dengan lebar menuju kamarnya di lantai atas, dia mengedarkan pandangannya ke semua penjuru ruangan, dan matanya langsung menoleh ke arah ranjang di mana seorang wanita cantik tengah tertidur terlentang, sambil tangannya memegangi perutnya yang terasa nyeri akibat mens, dan wajahnya terlihat sangat pucat sekali.


__ADS_2