Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
112


__ADS_3

perintah tuannya, kini Jack Dan beberapa pria berperawakan besar sudah berdiri tegap namun sedikit jauh dari gerbang kampus, niat utamanya adalah untuk melihat seperti apa suruhan Yang di kerahkan ashila,


Dan benar saja, sebuah mobil hitam berhenti di samping gerbang tempat nameera kuliah namun mereka tak kuncung menampakkan batang hidungnya,


nameera sudah berpisah dengan sahabatnya, kini ia berjalan keluar menuju gerbang, seperti biasa pak gun sudah stand bay menunghu dirinya di luar gerbang dengan mobil Yang pintunya sudah di buka,


Jack terus mengamati dari jauh, hingga persekian detik nameera berjalan mendekat ke arah mobil, dua orang Yang tiba tiba kekuar dari mobil langsung mendekap mulut pak gun Dan satunya lagi memegangi nameera,


"apa apaan ini, " ucap nameera memberontak,


pak gun sudah pingsang mungkin efek bius yang ada di sapu tangan Yang di pakai membekap mulutnya,


melihat hal itu Jack langsung berlari dengan semua anak buahnya, lelaki Yang memegang nameera langsung di hajar oleh jack, "bereskan mereka, " ucap Jack langsung membawa nameera menuju mobil Yang di kendarainya,


nameera terlihat syok d ngan kejadian Yang menimpa dirinya, sampai di dalam mobil dirinya diam mematung, " silahkan nyonya anda minum dulu, " ucap Jack sambil memberikan botol air mineral kepada nameera,


"siapa mereka, " Tanya nameera sambil meneguk air mineral pemberian Jack,

__ADS_1


Jack hanya menggeleng, kemudian ia merogoh ponselnya di saku celana Yang ia gunakan, langsung saja Jack mendile nomor pomsel tuannya" sudah beres tuan, nyonya sudah aman bersama saya, " ucap Jack pada sambungan ponselnya,


"Bagus, bawa istriku ke kantor sekarang ," ucap zayn langsung mematikan ponselnya,


mobil Jack kini telah melaju meninggalkan anak buahnya Yang sedng membereskan suruhan ashila, sedangkna pak gun masih dalam kode pingsan, Salah satu anak buah Jack membawanya pulang ke mansion,


sedangkan anak buah Jack Yang lainnya langsung membawa suruhan ashila ke sebuah rumah kosong di sebuah pemukiman Yang tak berpenghuni,


"kita ikat mereka, " ucap samsul anak buah Jack,


…………


"aku yakin, rencanaku kali ini tak mungkin gagal, " ucap percaya diri ashila,


sedangkan iriana ia terlihat di sibukkan dengan penglihatannya Yang terus mengekspos barang barang brandid milik zayn,


"wah, aku yakin guci ini pasti sangat mahal, " iriana terus mengelus guci milik zayn bahkan ia sampai menciumnya,

__ADS_1


"wah, apalagi lukisan ini, aku pernah mendengar harganya di tv Dan itu sangat pantastis sekali, ah, kapan ashila akan menggantikan posisi nameera," racau iriana mengagumi kemewahan mansion zayn,


kini ia penasaran dengan satu ruangan, karena pintu ruangan itu terlihat berbeda dari Yang lainnya, iriana mencoba membuka pintunya namun tak bisa karena dikunci,


"sial kenapa dikunci, ah, aku jadi penasaran dengan apa Yang ada di dalamnya, " ucap iriana masih menggoyangkan gagang pintu ruangan terkunci itu,


ashila sampai guling guling karena percaya bahwa rencana Yang ia susun jauh jauh hari pasti akan berhasil, bahkan ia sampai menghiraukan kakinya Yang belum sembuh,


"aku tak sabar menjadi nyonya di rumah ini, " ashila kegirangan sendiri di dalam kamar,


"itu akibatnya jika tak mendngar ucapanku, jngan salahkan aku jika harus turun tangan seperti ini nameera adinda, setelah ini leyaplah dirimu, " ucap ashila sambil tersenyum sungging


…………


udah up ya jangan lupa like comment vote tambah favorite,


kasi hadiah Yang banyak ya para read Yang tersayang 😊

__ADS_1



jangan lupa mampir ceritanya gak kalah seru juga 😘


__ADS_2