Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
147


__ADS_3

SANJANA ABRAHAM MALIQ, nama seorang putra yang baru saja lahir ke dunia dari rahim seorang wanita cantik nameera adinda,


setelah melewati beberapa jam lamanya akhirnya penantian yang sembilan bulan lamanya kini telah terbayatkan tuntas dengan hadirnya sang bayi yang berjenis kelamin laki laki itu, "terimakasi sayang aku mencintimu lebih dari apapun, " bisik zayn di telinga nameera, nameera tersenyum mendengarkan ungkapan cinta dari suaminya,


tangis haru biru kini memenuhi ruangan bersalin nameera, baby jana dari tadi menangis di dalam gendongan mommy nya, nameera sudah memberinya pasokan asi namun entah mengapa baby jana tak mau menerimanya, nameera yang baru peetama kali menjadi seorang mommy kini di buat gelagapan oleh putranya, "sayang anak mommy, " nameera mengelus rambut lembat sang putra.


dan entah mengapa baby jana menjadi terdiam saat merasakan jemari mommy nya mengelus rambutnya, nameera kembali memberinya asi dan sekarang baby jana menerimanya,


"sayang, " ucap zayn yang baru masuk ke dalam ruangan sang istri setelah meninggalkannya sebentar untung menjawab panggilan masuk dari rekan bisnisnya,


nameera melirik suminya sekilas lalu kembali lagi menatap sang putra yang kini mulai perlahan terlelap dalam gendongannga,


cup, " zayn memberi kecupan sayang nya terhadap buah hatinya itu dan tak lupa juga di tujukannya kepada sang istri,


"yah, " ucap zayn terlihat seperti seorang yang sedang fristasi,

__ADS_1


"kenapa, " tanya nameera yang melihat tingkah suaminya,


"ya, sekarang aku harus sering berbagi dan mengalah, " ucap zayn, yang membuat istrinya kebingungan dengan ucapannya,


"Berbagi, " nameera mengulangi kata kata suaminya,


"ya, kau lihat dia," netra nameera kini melirik ke arah tatapan suaminya,


"kenapa, " nameera bertanya lagi sambil menautkan keningnya,


"aku harus siap berbagi dengannya mulai sekarang, milikmu kini tak bisa leluasa untukku sentuh karena hadirnya dirinya, " bahkan dengan lancangnya zayn mengucapkan kata kata sepetti itu, tak sadarkah zayn padahal baby jana itu hadir karena ulahnya dan sekarang dia mengucapkan kata kata seakan iri dengan anaknya sendiri,


nameera menjadi geram mendengarkan ucapan suaminya, apa apaan suaminya itu,


bahkan kini nameera tak mau menggubris ucapan suaminya, ia kembali menatap sang putra yang dengan lahapnya menyedot nutrisi dari milik sang mommy,

__ADS_1


"sayang, " zayn merengek sambil mendusel wajahnya ke punggung istrinya,


"apa, " nameera menjadi risih mengapa suaminya ini berubah seratus delapan puluh derajat seperti ini, sikapnya yang semakin manja pada istrinya,


"itu milikku, kenapa jana seperti ingin memakan habis punya ku, " astaga ucapan zayn sudah seperti pesawat yang lepas kendali, baru saat ini sanjana menerima asupannya dan zayn malah merasa iri dengan putranya sendiri,


"pokoknya kau tidak mau tau ya sayang, sanjana harus minum susu formula, " dengan beraninya zayn mengucapkan kalimat itu,


nameera memberhentikan sebelah tangannya yang sedang asik mengelus rambut putranya yang lebat itu,"plak, " kini bahu zayn sudah menerima pukulan dari nameera,


"apa, coba ulangi kata kata itu sekali lagi, " nameera sudah geram mendengarkan ucapan tidak berguna suminya itu,


"ayo ulangi, " suara nameera kini meninggi


baby sanjana yang mendengar suara mommy nya yang membesar kini menangis sambil melepaskan nutrisinya, zayn menjadi kelagapan, sedangakan nameera belum berani untuk turun dari brangkar untuk mendiami sang putra,

__ADS_1


akhirnya zayn memberanikan diri mengambil putranya, ia timang dengan penuh rasa kasih dan sayang, "sayang, maafkan daddy nak, tadi daddy hanya bercanda dan mari kita berbagi tapi daddy tak mau sampai mengalah, " ucap zayn.


__ADS_2