
tidak ada yang lebih membahagiakan di hidup zayn selain anak dan istrinya selebihnya dari itu tidak ada lagi,
kini baby sanjana sudah berumur tiga bulan lamanya, atensi dan perhatian nameera telah tercurahkan selebihnya untuk sang putra dan zayn hanya mendapatkan sedikit saja, nameera sudah melupakan inginnya untuk menjadi wanita karir nameera juga sudah melupakan cita cita yang ia bangun beberapa tahun lamanya, sekarang ia hanya fokus terhadap sang anak dan suami,
Begitu juga dengan zayn jika dulu ia selalu pulang tepat waktu di jam kantor maka berbeda halnya dengan sekarang, ia kini selalu pulang di sela sela waktu yang ia punya dengan banyaknya mainan yang selalu ikut bersamanya,
maka tak heran sekarang mansion sudah kembali merasakan kehangatan dan kebahagaian atas lahirnya sang sanjana, puluhan mainan sudah tertara rapi di tempatnya berbagai macam tupa dengan harga yang tidak murah,
"Beli mainan lagi," tanya nameera di saat zayn meletakkan paper bag yang ia bawa di dalam kamar sanjana,
zayn tersenyum cengir, pasalnya sudah beberapa kali nameera memarahinya karena setiap hari tanpa lupa zayn selalu membeli mainan yang belum bisa sanjana mainkan,
"iya, sayang, " zayn kini mendekat dan memeluk dua insan di hadapannya itu, sanjana baru saja selesai meminum nutrisinya dari sang mommy, namun baby jana belum terlelap mungkin ia sedangbingin di manja oleh sang mommy dan daddy nya,
"sayang daddy, cup, " zayn melabuhkan kecupannya ke pipi sanjana, begitu juga dengan nameera pipinya di cium beberapa kali oleh suaminya,
kebahagiaan yang tiada tara nameera kini sudah sepenuhnya memiliki hati jiwa dan segala yang zayn punya, begitu juga dengan hadirnya malaikat kecil yang berada di tengah tengah keluarga kecilnya, hati dan mulut naneera tidak ada hentinya mengucap syukur kepada sang kholiq,
__ADS_1
"aku mencintaimu sayang, " bisik zayn di telinga nameera,
"aku lebih dari itu, " balas nameera sambil tersenyum namun tetap pandangannya tak teralihkan dari baby sanjana,
zayn menarik kursi lalu ikut duduk di depan nameera dan baby sanjana, "sini sayang biar aku yang gendong baby jana," nameera langsung meletakkan baby jana di lengan zayn, ia kecup wajah gembul sang anak dengan gemasnya.
kini zayn bangkit ia timang timang baby jana dengan penuh rasa sayangnya, begitu juga dengan nameera ia mengikuti langkah suaminya dan entah mengapa tangannya kini terulur untuk memeluk zayn dari belakang,
"kangen ya, " goda zayn
begitu juga dengan zayn tak ada yang bisa mengalihkan atensinya terhadap istri dan anaknya, semuanya sudah zayn serahkan jangankan harta bendanya seluruh hidupnya pun telah ia serahkan kepada istrinya,
"mau aku tiduri ya, " zayn sudah kembali menggoda istrinya dengan sanjana yang kini susah terlelap di gendongan sang daddy,
"ish, mesum, " nameera melepas pelukannya sambil mencubit pinggang zayn dengan gemas,
"hahha, " zayn tertawa ia bisa pastikan wajah nameera kini sudah menerah bak udang rebus,
__ADS_1
"sayang," ucap zayn yang kini slsudah membalik badannya dan berhadapan dengan nameera,
"hem, " nameera hanya berdehem sambil netranya menatap lekat suami tampannya itu.
"aku mencintaimu, " nameera tersenyum, zayn selalu saja mengucapkan kata kata itu,
"aku lebih dari itu, " jawab nameera, zayn kini semakin mendekat dan mencium kening nameera begitu juga dengan nameera ia raih baby jana dan ia kecup kening sang putra dengan lama,
…………………………TAMAT…………………………
sekian cerita nameera dan zayn, terimakasi atas partisipasinya terimakasi atas waktunya para readers yang telah mau membagi waktunya untuk membaca novel karya author yang abal abal ini,
terimakasi atas dukungannya terimakasi atas semuanya untuk para readers dan jika ada kesalahan dalam hal tulisan dan apapun itu author memohon maaf ya dan mohon untuk memaafkan saya berhubung besok pagi sudah masuk bulan ramadhan,
TERIMAKASI,
untuk kisah rasya dan fitri author akan tulis di novel lain simak terus ya ceritanya
__ADS_1