Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
118


__ADS_3

Rasya terdiam, baru kali ini ia melihat nameera berani memeluk tubuh seorang lelaki, " tidak, ini pasti hanya sandiwara, " gumam rasya,


bibirnya masih Setia tersenyum manis sambil memandangi wajah cantik yang tangannya masih Setia memeluk tubuh seorang lelaki yang ada di depan matanya,


"hey, sandiwaramu luar biasa, " ucap rasya tangannya kembali berani untuk mengelus tangan lembut nameera,


amarah zayn semakin meuncak, "Bugh, " akhirnya wajah tampan rasya menerima bogeman dari zayn


rasya sampai jatuh tersungkur, bibirnya sampai robek nameera sungguh terkejut dengn aksi suaminya,


jangankan nameera sekertaris haikal dan klien meeting zayn pun sama terkejutnya melihat aksi zayn yang sangat mencengangkan itu,


nameera melepas pelukannya dan apa yang dia lakukan, di hadapan zayn nameera berjongkok menghadap rasya dengan beraninya nameera membantu rasya berdiri,


amarah zayn semakin memuncak, ia raih dan cengkram tangan nameera yang berani beraninya memegang orang lain di hadapannya,


"tolong bilang jika ini semua hanya sandiwaramu, " ucap rasya sambil mencengkram tangan nameera yang satunya lagi,


nameera menggeleng, matanya sudah berembun tak tahan dengan semua yang ia lihat, "itu benar, " ucap nameera kemudian dengan perlahan ia melepaskan tangannya dari cengkraman rasya,

__ADS_1


"tidak, ku mohon jujurlah padaku ra, " ucap rasya dengan kesenduan di wajahnya,


"aku memang sudah menikah, " ucap nameera sambil tangannya tetap di genggam suaminya,


zayn kembali menarik nameera dan keluar dari restauran tempatnya meeting bahkan ia sampai meninggalkan sekertaris haikal setelah mengambil kunci mobilnya,


hening, di dalam mobil zayn maupun nameera sama sama tak mau membuka suara terlebih dahulu,


sedangkan di dalam restauran kini rasya terdiam dengan seribu pemikiran di kepalanya, rasa rindu yang telah lama ia tahan kini berubah menjadi keterkejutan,


tersenyum miris bahkan ia mengabaikan rasa sakit di bibirnya, darah masih membekas di bibir rasya yang sobek akibat bogemn yang di layangkan oleh zayn,


"bugg," rasya menggebrak meja dengan sangat keras dan berllu meninggalkan restauran dengan segala kekacauan di hati dan fikirannya,


..


kini mobil yang di kendarai zayn telah berhenti sempurna di depan mansionnya, ia membuka pintu mobilnya dan kembali membantingnya dengan sangat keras,


nameera terkejut zayn kini mengabaikan keberadaanya, ia tahu dirinya salah nmun ia juga bingung dengan apa yang harus ia lakukan,

__ADS_1


"maaf, " ucap nameera sendirian di dalam mobil,


hari masih siang dan matahari sedang terik teriknya, begitu juga dengan apa yang di rasakan zayn hatinya memanas, namun ia tak mau menyakiti nameera lagi ia hanya bisa diam dan mengabaikan istrinya,


"ah, sial, " ucap zayn sambil membanting pintu kamarnya, ia membuka kemeja dan dasinya berlalu ke kamar mandi untuk menenangkan amarahnya,


nameera berjalan ke dalam mansion dengan sesekali mengusap air matanya, fikirannya selalu mengutatarakan kata maaf,


kini nameera membuka pintu kamarnya mengedarkan pandangannya, heh, menghembuskan nafasnya kasar dengan mata yang terpejam,


kini zayn sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya, ia melirik sekilas ke arah istrinya dan kembali membuang pandangannya,


"hatiku sakit saat kamu mengabaikanku, " batin nameera,


kini ia bangkit dan mengikuti suaminya dari belakang, ia kembali memeluk tubuh zayn yang masih basah , " maaf, " satu kata itu keluar begitu saja dari mulut nameera


🍁🍁🍁


mohon jangan ngejach author dengan komenan pedas karena othor jug manusia biasa yang pastinya akan sakit hati bila membaca itu semua,

__ADS_1


like koment vote tambah favorit jangan lupa dukung terus author ya 😘


__ADS_2