
Nameera kembali menuju tempatnya, setelah urusannya selesai dengan toilet, mereka bertiga langsung terdiam saat Nameera suduh duduk kembali di bangkunya,
"hehh,, Nameera menghembuskan nafasnya setelah mendaratkan tubuhnya di atas bangku miliknya, Nameera mengambil ponsel miliknya yang masih bertengger di atas meja tempat semula ia menaruhnya,
Nameera membulatkan matanya, saat membuka layar ponsel miliknya, dan dia menatap satu per satu sahabat sahabatnya yang sedang duduk di depannya itu,
"kenape lu, " ucap Andre yang melihat tatapan Nameera, Nameera hanya menggelengkan kepalanya,
" besok pagi pagi kita udah magang aja ya, " ucap Fitri yang mencairkan suasana,
" heem,, dilla hanya mengangguk mendengar ucapan sahabatnya,
Akhirnya setelah perbincangan panjang lebar, mereka semua memutuskan untuk pulang karena memang hari ini free kuliah, dosen yang menjanjikan kelas pertama juga tidak hadir alasannya ada rapat penting yang tak bisa di tinggal,
Fitri dan Andre masih belum percaya dengan apa yang dia dengar dari dilla sahabatnya tentang Nameera yang sudah menikah,
Nameera meninggalkan kampus terlebih dahulu dan seperti biasa pak gun sudah stand bye menunggu di luar kampus untuk menjemput istri tuannya, "silahkan nyonya, " ucap pak gun yang membukakan nameera pintu mobil, mobil yang di kendarai pak gun sudah melesat meninggalkan area kampus,
sedangkan dilla, fitri dan Andre mereka bertiga masih berdiri di area parkiran untuk mengambil motor mereka masing², "lu serius, dil, " ucap Fitri yang masih penasaran,
__ADS_1
"apaan, " dilla melirik sahabatnya itu,
"ituu, yang lu bilang pas kita di dalem kelas tadi, " Fitri mendekatkan dirinya ke dilla, sedangkan Andre masih Setia berdiri di tempatnya sambil memasang helm kesayangan miliknya,
"lu gak percaya sama gue, " dilla memicingkan matanya, menatap lekat lekat ke arah Fitri,
"Bukan gitu, tapi gue masih belum yakin aja, masak gitu dia Nikah terus ga undang undang kite betiga, " Fitri terlihat sedih,
dilla tidak jadi memasang helm miliknya, ia mendekap fitri ke dalam pelukannya, "gue juga ga yakin, tapi masak dia biarin aja tu cowo cium cium keningnya seenak jidat, " ucap dilla yang melepaskan pelukannya,
"besok kita cari tau yang sebenarnya, ok, " dilla kembali memasang helmnya, sedangkan fitri hanya bisa menganggukkan kepalanya,
"yuk ndre kita pulang, "Rumah fitri dan Andre memang searah cuma beda gang aja,
nameera membuka pintu kamar dan langsung menutupnya kemabali,
"apa mereka tadi melihat, saat zayn menelpon, jika iya, apa yang harus aku katakan ," Nameera bingung, ia berjalan mondar mandir tak tentu arah,
"ah,, aku harus apa sekarang, bukannya aku tak mau memberi tahu kalian bertiga, tapi aku bingung gimana caranya menjelaskan semuanya kepada kalian, " nameera terlihat sedih, matanya terlihat berembun,
__ADS_1
"*drrtt,,
"suamiku,,
"colling*,
Nameera melihat layar ponselnya, ia enggan untuk menjawab panggilan dari zayn, tapi kalau tak di jawab, bisa panjang urusannya, akhirnya nameera dengan enggan menggeser tombol hijau,
"sayang, kenapa lama sekali menjawab panggilan suamimu ini, " ucap zayn dari seberang telpon,
"emm, aku baru sampai mansion, "jawab nameera dengan malas,
"aku mencintaimu asal kau tau itu, " kata kata itu selalu keluar dari mulut zayn dan di dengar langsung oleh telinga nameera, setiap hari tidak di sambungan telpon maupun saat berhadapan langsung, zayn terus menyebutkan kalau dirinya sangat mencintai nameera,
"emm, " jawab nameera dengan malas,
Nameera malas mendengar ucapan zayn, ia akhirnya memutuskan sambungan telpon, dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,
"tut,,
__ADS_1
"tut,,
sambungan telpon terputus, dan siapa lagi kalau bukan nameera yang memutuskannya secara sepihak, membuat zayn kesal"untung aku mencintaimu kalau tidak sudah ku penggal sebelah tanganmu, 'ucap zayn sambil melanjutkan pekerjaanya yang tertunda.