
"mungkin aku salah lihat, ya aku harus melihatnya lagi, " iriana belum mempercayai penglihatannya, setelah sambungan ponselnya terputus ia kembali lagi di mana kotak itu berada,
iriana membuka pintu itu dengan pelan sambil penglihatannya ia edarkan kesana kemari untuk melihat apakah ada maid yang berkeliaran,
"aman, " ucap iriana dan ia kembali masuk di tutupnya pintu itu dengan pelan,
"ku salah lihat, ya itu benar," racau iriana smbil mendekati kembali kotak yang masih berserakan di lantai akibat ulahnya,
"No kamu pasti bukan malik kan," racau iriana sambil mengambil kembali kotak yang berisikan galeri photo,
membalikkan galeri itu dengan perlahan, "No ini pasti bukan kamu, " ucap iriana meyakinkan dirinya,
"Degh,
Irina terkejut, "ku mohon yakinkan aku jika ini bukan dirimu, " ucap iriana kemudian ia kembali membongkar semua galeri yang ada di di dalam kotak,
ia bisa melihat jelas di mana photo istri dari malik dan seorang anak lelaki yang sangat tampan,
"jangan bilang jika zayn adalah anaknya malik, " iriana semakin meracau,
" apa zayn masih mengingat ku, " irina sudah menggila,
__ADS_1
"no,pasti zayn tidak mengingatku, ya mana mungkin itu semua sudah lama terjadi" iriana semakin bringsut memundurkan langkahnya,
thing,
satu notif masuk ke dalam ponsel iriana, ia segera megecek notif yang masuk, dan ternyata itu adalah lokasi di mana ashila berada,
"sialan, bisa bisanya anak itu pergi tanpa memberi tahuku dulu," ucap iriana dan segera berlalu meninggalkan ruangan itu dengan semua galeri yang kini sudah berserakan di atas lantai,
iriana meraih tasnya yang ada di atas nakas, tanpa basa basi lagi ia segera meninggalkan mansion zayn dengan semua kegelisahan di dalam jiwanya,
"jika benar zayn adalah anaknya malik, maka aku harus segera pergi dari sini, " gumam iriana saat berada di dalam mobil online yang akan membawanya ke tempat ashila berada,
............
sedangkan di seberang sana, zayn masih menenangkan istrinya sambil bibirnya tersenyum, " sebentar lagi, " gumam zayn ia sudah tak sabar memberi hadiah untuk dua orang yang sudah ia amankan,
sedangkan nameera ia masih sesegukan, masa lalunya benar benar menggoyahkan hatinya, ia merasakan sakit dan penyesalan yang teramat menyesakkan,
"sayang, sudah ya, jangan membuat hatiku sakit melihatmu seperti ini, " ucap zayn sambil mengelus rambut istrinya,
sekertaris haikal kembali memasuki ruangan tuannya, " tuan, " panggil sekertaris haikal karena tak menemukan tuannya di ruang kerjanya,
__ADS_1
"hem, " zayn hanya berdehem dari ruang istrihatnya,
"kita harus jalan sekarang, " ucap sekertaris haikal sambil melirik arloji di pergelangan tangannya,
"mau ikut atau tidak, "kini zayn bertanya pada istrinya yang masih Setia memeluk tubuhnya,
nameera mengangkat pandangannya, ia mengangguk saat ini ia seakan tak mau jauh jauh dari suaminya,
kini mereka bertiga sudah memasuki mobil dan melaju meninggalkan perusahaan milik zayn,
"sebenarnya siapa anak magang itu, " semua pegawai zayn merasa heran dengan kedekatan tuannya beserta anak magang di perusahaan,
mobil yang di tumpangi zayn sudah berhenti sempurna di depan sebuah restauran tempatnya akan menggelar meeting,
"sayang, diam disini dan tunggu aku, " ucap zayn sambil mengecup kening istrinya,
nameera hanya mengangguk, kini ia duduk sendirian, namun Netra zayn tetap mengawasi istrinya,
hingga persekian detik seseorang yang duduk tak jauh dari tempat nameera berada kini sedang tersenyum, di matanya bisa terlihat jelas ada sebuah kerinduan yang ia tahan,
"aku menemukanmu, " ucap lelaki itu sambil bangkit dari duduknya,
__ADS_1