Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
131


__ADS_3

malam sudah menyangsang, nameera masih betah memijakkan kakinya di rumah peninhgalan papanya, "pulang yuk," bisik zayn di telinga istrinya,


nameera menoleh, dan dengan mengulas senyum di bibirnya ia mengangguk zayn menggenggam tangan nameera dan menuntunnya untuk keluar dari rumahnya,


"besok nameera akan kembali pah, " bisiknya sambil masuk ke dalam mobil suaminya,


zayn mengendarai mobil spornya dengan laju sedang,


krukk,,


terdengar bunyi perut yang sepertinya sedang kelaparan, nameera menoleh ke arah suaminya " Lapar, " tanyanya sedangkan zayn hanya bisa cengik kuda memang sedari tadi ia belum juga memakan sesuatu begitu juga dengan nameera,


"kita makan dulu ya, " ucap zayn dan langsung menepikan mobilnya di sebuah restauran terdekat,


namun ia celingak celinguk terlebih dahulu, melihat apakah di dalam sedang ramai atau tidak, " sepertinya aman, " nameera bersuara karena melihat raut wajah suaminya yang seperti mencari aman agar semua orang tak melihatnya,


zayn turun dari mobil dan membukakan istrinya pintu mobil, "jangan ada yang boleh masuk lagi, " ucap zayn pada penjaga restauran,


semuanya mengangguk dan tentu saja pintu masuk restaurant itu di tutup dan kini hanya mereka berdua yang menjadi pengunjungnya,


dan tanpa menunggu lama semua makanan yang mereka pesan kini sudah tersaji rapi di atas meja, nameera dengan lahap memakan makanannya, sedangkan zayn hanya tersenyum,


"kamu memang harus seperti ini sayang, biar tenaganya kuat untuk menopangku malam ini, " zayn tersenyum mesum sambil menatap nameera,

__ADS_1


nameera membulatkan matanya, bisa bisanya suaminya itu mengucapkan kata kata mesum di depan para pelayan yang masih dengan cekatan melayani mereka berdua,


"mesum, " ujar nameera sambil menendang kaki zayn di bawah meja,


"aduh, sayang supaya dedeq nya cepat jadi, " bisiknya lagi sambil mengerlingkan sebelah matanya,


nameera tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, memang suaminya itu tidak ada tandingannya jika sudah mengucapkan kata kata pulgar seperti ini,


"tapi malam ini kita sebaiknya tidak usah tidur ya, " ucap zayn yang berhasil menghentikan suapan nameera, nameera menatap suaminya sambil menautkan keningnya karena merasa bingung dengan ucapan zayn,


"kenapa, " tanya nameera,


"iya, kita harus lembur extra sayang, " lagi lagi nameera belum memahami arah perkataan suaminya,


"lembur buat dedeq bayi nya, " zayn mencondongkan wajahnya dan berbisik di telinga istrinya,


dengan reflex nameera memukul bahu suaminya, " mesum, " ucap nameera dengan gemas.


"loh kenapa, memang apa salahnya coba, kan kalau kita punya anak kamu tidak lagi kesepian sayang, " ucap zayn sambil kembali menyantap makananya.


nameera mengangguk anggukan kepalanya, "nah setuju kan, " ucap zayn.


"heh, " nameera menghembuskan nafasnya, "terserahlah, meskipun aku menolak itu takkan membuat pertahanmu runtuh kan," ucap nameera tanpa memalingkan pandangannya,

__ADS_1


"tentu saja, lagian aku juga bosan teman bermainku kan hanya kamu saja, " tatapan zayn sangat mesum


sedangkan para pelayan restauran hanya bisa tersenyum mendengarkan ucapan dua pasangan yang saat ini berada di restaurannya,


"tapi kamu senangkan, " kini nameera menatap suaminya sambil tersenyum,


zayn tertawa, "iya dong sayang, "


hingga mereka meninggalkan restauran pembahasan mesum selalu saja zayn lontarkan terhadap istrinya, " aku malas mendengarnya, " bahkan nameera kini menutup telinganya dengan kedua tangannya,


"intinya sayang aku ingin punya anak banyak, agar mansion tidak lagi terasa sepi, " hingga sampai mansion pembahasan zayn belum berhenti sampai di situ saja.


…………………


Buah dari rasa sabar


klarifikasi ya


kisah ini menceritakan tentang seorang perempuan tegar yang mencoba untuk terbebas dari jeratan ibu tirinya, dan bukan untuk mengejar cinta suaminya, karena auaminya sudah mencintainya sejak pandangan pertema


agar lebih paham baca dari awal ya, jangan asal komen pedas,


dia pernah ingin kabur namun dengan licik ibu tirinya menampar pipinya hingga nameera menangis, intinya baca deh dari awal masalahnya,

__ADS_1


terimakasi, tetep dukung othor ya


__ADS_2