Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
143


__ADS_3

hari ini zayn kembali berangkat ke kantor di saat matahari sudah jauh terpancar di atas langit, dan jam sudah menunjukkan waktu siang,


fikirannya kalut dan di kepalanya hanya ada nameera dan nameera tidak ada yang lain namun mengingat ada tanggung jawab yang harus ia kemban mungkin ia takkan meninggalkan istrinya yang sedikit keras kepala itu,


"ini tidak bisa terjadi aku harus cepat cepat pulang, " ucap zayn padahal baru saja ia datang ke kantor dan sekarang bahkan ia ingin segera pulang lagi,


sekertaris haikal memasuki ruangan tuannya dengan beberapa berkas di tangannya, " ini tuan berkas yang anda minta," ucap sekertaris haikal sambil meletakkan semua berkas yang dia pegang ke atas meja tuannya dan ia segera pamit undur diri,


"ah, sial kenapa harus banyak seperti ini, " bahkan kini zayn sudah menendang kaki meja kerjanya,


lain halnya di mansion saat ini nameera sedang berbaring dengan bosan di atas ranjangnya, ia tak bisa melakukan hal lebih dan itu perintah suaminya sendiri, "padahal aku hanya hamil saja dan tidak penyakitan kenapa aku harus di kurung seperti ini, aku juga ingin jalan jalan aku ingin makan ini dan itu, aku ingin melihat ini dan itu aku ingin bertemu sahabatku, ah kenapa dia sangat agresif sih, " gerutu nameera sambil berbaring kesana kemari di atas ranjangnya,


baru saja mengutarakan inginnya kini telinganya bisa mendengar jelas namanya di panggi dari luar kamarnya,

__ADS_1


"Nameera, " teriakan yang sangat nyaring dan nameera langsung bangun membuka pinru kamarnya,


"kalian, " ucap nameera berjalan mendekat ke arah dua sahabatnya yang datang mengunjungi dirinya,


mereka bertiga kini berpelukan mencurahkan rasa rindunya yabg belakangan ini mereka sangat sulit untuk bertemu,


"Andre mana, " tanya nameera sambil terlihat celingak celinguk,


"sibuk dia, " ucap fitri yang memang rumahnya agak berdekatam dengan andre


"udah berapa bulan, " ucap fitri sambil mengelus perut nameera,


"baru 5 bulan, tapi gue heran yah dia kan udah membesar tapi kenapa gue tiap hari mual padahalkan trimesternya itu udah berakhir, " ucap nameera sendu, kehamilannya membuat geraknya terbatas dan ia tak bisa sebebas dulu lagi,

__ADS_1


kini tangan dilla juga ikut nimbrung mengelus perut nameera, "lu yang sabar ngadepinnya, mungkin elunya kali yang mau di manja makanya dia jadi lemah kaya gini, " goda dilla,


"paan sih lu, " ucap nameera sewot tak terima mendengar ucapan dilla sahabatnya,


"ngomong ngomong andre kenapa ga ikut, " tanya nameera sambil memasukkan cemilan di hadapannya ke dalam mulutnya,


sebelum bercerita masalah andre, fitri terlebih dahulu ikut mencicip makanan di depannya,"gini ya, haha, " belum aja mulai bercerita fitri tertawa ngakak terlebih dahulu,


"elu berdua ga bakal percaya sih dengan cerita yang bakal gue ceritain ini, " fitri kembali tertawa ngakak membuat ke dua sahabatnya itu terheran heran dengan dirinya,


"cerita ga lu, atau mau gue toyor kepala elu, kebiasan lu ya belum cerita udah ketawa ga jelas, " geram dilla yang sudah mengangkat tinjunya,


"iya iya, sewot banget markonah, lu tau kenapa andre ga ikut, " nameera dan dilla sama sama menggelengkan kepalanya,

__ADS_1


"andre itu mau di jodohin sama nyokapnya dan saat ini dia lagi kabur entah kemana, " ucap fitri sambil kembali tertawa mengingat andre yang mau di jodohin tapi malah kabur.


__ADS_2