Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
104


__ADS_3

"ish, " ashila menghempaskan tangannya sendiri akibat kesal karena lagi lagi zayn mengabaikan dirinya,


"ma, " ashila kembali merengek di hadapan iriana, dengan sigap iriana meraih tubuh ashila kemudia ia peluk


"sabar sayang, permainan belum berakhir, " ucap iriana mencoba menenangkan Putri kesayangannya,


kini malam telah menyapa matahari yang menyinari bumi telah berlalu pergi tanpa meningalkan jejak,


iriana dan ashila masih duduk tenang di sofa ruang tengah, sembari menunggu zayn turun untuk hanya sekedar berbincang dengan mereka, namun nihil, zayn yang di tunggu tak kunjung memperlihatkan Batang hidungnya,


"ma, kenapa zayn tak kunjung turun, " rengek ashila di hadapan iriana sambil mengerucutkan bibirnya,


padahal sebelum ke mansion milik zayn, ashila telah berdandan secantik mungkin di rumah untuk memikat zayn, namun usahanya bisa di bilang gagal karena zayn tak terpikat sama sekali, bahkan juga zayn mengacuhkan dirinya,


"awas saja, aku akan pastikan setelah ini kau akan bertekuk lutut padaku dan kau akan menjadi milikku zayn, dan aku akan menjadi nyonya di mansion ini, " gumam ashila,


"sayang, tunggu sebentar lagi, " ucap iriana sambil mengelus bahu ashila,


bik sumi telah menyiapkan menu untuk makan malam, malam ini ia menambah porsi masakannya mengingat ada dua tamu yang menginap di mansion,

__ADS_1


bik sumi mengedikkan dagunya ke arah pak mus, dengan mengangguk pak mus mengerti ucapan bik sumi, ia langsung berjalan menuju kamar utama untuk memberi tahu tuannya bahwa makan malam sudah siap,


tok,,


tok,,


pak mus mengetuk pintu kamar milik tuannya,


"tuan, makan malam sudah siap, " ucap pa mus setelahnya ia kembali turun ke bawah tanpa menunggu jawaban tuannya,


sedangkan di dalam kamar zayn masih sibuk membuka kancing kemeja yang di gunakan nameera,


prihal ketukan pintu zayn sangat mengabaikannya, ia tak peduli dan tak mau repot repot membuka pintu kamarnya,


nameera mencegah tangan zayn, " sayang, aku lelah, " bisik nameera dan berhasil membuat zayn menghentikan aksinya,


"sayang, kau bilang sayang padaku, apa aku tidak salah dengar, " zayn tersenyum sambil tangannya menangkup wajah istrinya,


wajah nameera sudh merah padam, ia sangat malu akan ucapnya, namun itu saat ini menjadi kunci agar zayn mengurungkan niatnya,

__ADS_1


bukannya berhenti, zayn malam semakin menghujani wajah nameera dengan kecupan darinya, "aku mencintaimu, " bisik zayn di telinga nameera, ia gigit telingan nameera dengan sensual, "ah, " ******* yang nameera tahan akhirnya lolos jug keluar begitu saja dari mulutnya,


suara ******* nameera, membuat zayn semakin terpancing hasrat, ia tak perduli dengan ucapan nameera, tangan zayn semakin lincah membuka kemeja nameera,


kini kemaja itu sudah terbuka dan terlihat dua gundukan yang masih di baluti bra yang robek akibat ulah zayn tadi siang,


"aku lelah, apa kau belum puas tadi siang, " ucap nameera malu malu tangannya kembali mencegah tngan zayn yang akan melancarkan aksinya,


"belum, " ucap zayn dengan senyum penuh hasrat yang menggebu,


zayn kembali melucuti semua yang menempel di tubuh nameera, bahkan celana boxer yang di pakai nameera sudah hilang entah kemana,


zayn membuka semua pakaiannya, dan kembali menyatukan miliknya, "ah, " nameera sudah mendesah tak karuan akibat permainan zayn,


bahkan kini merek berdua melewatkan makan malam, " ahh, zayn aku sudah lelah, " racau nameera di sela sela desahannya sambil menahan dada bidang zayn,


"sebentar lagi sayang, ahh, " ucap zayn dengan tetap melancarkan aksinya hingg ia mendapatkan pelepasan


tetap tunggu kelanjutan kisah seru nameera dan zayn ya, doakan semoga cerita mereka happy anding,

__ADS_1


salam manis dari author cubby😘


semoga kita semua selalu di berikan nikmat sehat dan sempat,


__ADS_2