
kini baby jana sudah terlelap di dalam box baby nya, "cup, " nameera gemas melihat putranya beberapa kali kecupan mendarat di pipi sang putra, rasa syukur terus tercurahkan dari bibir nameera.
nameera memang tidak menggunakan jasa nanny walau zayn sudah memaksa dirinya, cukup bik sumi sebagai penolongnya di kala jana tidak bisa di tenangkan sang mommy, untuk urusan ke depannya nameera sudah tidak peduli karena memang zayn yang akan bertanggung jawab atas semua kebutuhan istri serta anaknya,
"sayang, " nameera yang sedang sibuk memperhatikan sang buah hati sampai tak tahu kedatangan suaminya yang tiba tiba memeluk dirinya dari belakang,
"hem, " nameera hanya berdehem tanpa menghadap suaminya,
"apa tidak cukup memperhatika sanjana sayang, aku juga mau di perhatikan seperti jana, namun sayang sekarang atensimu sudah berpindah semuanya untuk jana, " zayn mengendus leher nameera yang sudah beberapa bulan ini ia belum dapat menyentuh dan merasakan hangatnya tubuh istrinya,
"ish, sayang mandi dulu sana, " masih dengan menghadap sang putra, zayn merasa geram ia kini sudah jarang bisa bermanja dengan istrinya, "mandi bersama, " masih dengan pelukan erat zayn sama sekali belum berniat beranjak dari tempatnya,
__ADS_1
"mandi sendiri ya, " nameera merasa takut mendengar ucapan zayn yang begitu sensual, mandi bersama itu hanya alasan zayn saja,
"No, " zayn langsung menggendong nameera dan masuk ke dalm kamar mandi yang ada di dalam kamar baby jana,
"aku juga nau di perhatikan dan di mandikan seperti baby jana sayang, " zayn mulai membuka kancing bajunya satu persatu,
mode seperti ini sangat takut untuk nameera hadapi, "mandi sendiri ya, " nameera mengulangi ucapannya lagi,
"sayang lagi pula mana bisa anakku mandi sendiri, " masih mencoba mencari kata kata yang tepat berharap zayn bisa mengurungkan niatnya untuk mandi bersama,
"kenapa kalau aku ingin di mandikan oleh istriku, apa tidak boleh, " tangan zayn mulai menyentuh kedua pipi nameera dengan lembut,
__ADS_1
bahkan kini baby jana seakan berpihak pada daddy nya ia tertidur sangat pulas di dalam box baby nya tanpa ada gangguan sedikit pun mungkin efek kekenyangan,
nameera menelan salivanya, suaminya ini memang tidak bisa sedikitpun bertoleransi dan tidak sedikitpun ia mau mengalah dalam aemua hal yang ia mau, dan jika saja baby jana bukan putranya maka ia akan menyingkirkannya karena sekarang nameera lebih memperhatikan sang baby ketimbang sang suami,
zayn semakin menyeringai bibirnya sudah semakin mendekat "aku menginginkanmu, " suara parau zayn berbisik sensual di telinga nameera, dan ini momen yang nameera sangat takut, ia bukan takut untuk melayani suaminya namun ia takut jika suaminya sudah bermain maka durasinya akan sangat lama,
"lain kala saja ya, " nameera bernegosiasi berharap suaminya itu akan meng iyakan ucapannya,
"No, kemarin kamu sudah bilang besok, dan sekarang besok lagi, terus besok yang mana lagi yang kamu maksud sayang, hem, aku sudah berpuasa sekian bulan lamanya apa kamu tidak kasihan padaku, " zayn tak tinggal diam ia lepas tangan nameera yang menghalangi dadanya,
"kita bermain sebentar saja, " ucap zayn,
__ADS_1
"tapi nanti baby jana, "shutt, " zayn langsung membungkam bibir nameera ia selalu beralasan baby jana saat zayn mengutarakan inginnya,
dan saat ini juga nameera harus pasrah dengan kemauan zayn, ia bermain di dalam kamar mandi tepatnya di dalam kamar baby jana, dan benar saja bukannya bermain sebentar zayn malah bermain sangat lama, namun untung saja nameera telah memasang alat pencegah kehamilan terlebih dahulu jadi zayn bebas bermain tanpa harus takut istrinya hamil lagi.