Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
126


__ADS_3

"maa, awas ma di depan ada truk, " ucap ashila dengan raut wajah yang sangat panik,


"ah, kenapa mobilnya tidak bisa di rem ashila, " iriana sudah panik setengah mati, jika dia banting stir ke kiri dia akan menabrak pohon besar, jika ke kanan mobil yang ia kendarai akan masuk kedalam jurang dan jika lurus ke depan dia akan menabrak truk tronton yang sangat besar,


"aaa, aaaaaa, ' drughhh Brughh,,


mobil yang di kendarai iriana kini sudah menabrak truk tronton yang sangat besar, bahkan kini bisa dilihat mobilnya sudah hancur lebur, semua orang yang melihat kejadian itu hanya bisa menganga dan mengelus dada mereka,


dengan suara yang sangat riuh dan semua kendaraan menjadi berhenti dan bisa dinyatakan jalanan akan macet total,


Hati agus tertegun ia terdiam melihat kejadian di depan matanya tanpa keluar dari mobil yang ia kendarai, yah agus adalah salah satu anak buah jack yang langsung gercep mencari keberadaannya, saat zayn mengeluarkan perintah


"astagfirullahalazim,


"innalillahiwainnailaihirojiun,

__ADS_1


"ucap semua saksi mata yang melihat dengan jelas kejadian mobil iriana dan ashila yang menabrak truk tronton,


tak ada yang bisa selamat dari kejadian itu, iriana dan ashila tewas di tempat dengan tubuh yang penuh dengan darah, semua warga langsung membopong mereka berdua ke atas mobil pick up untuk di bawa ke rumah sakit agar keduanya bisa di otopsi dan keluarganya bisa di temukan,


agus langsung mengambil ponselnya dan dengan segera menghubungi tuannya,


drttt,,


ponsel jack berdering, ia melewati jalan lain dan saat ini dirinya masih berada di dalam mobil,


"hem, " jack hanya berdehem sambil me loadspeker ponselnya agar zayn bisa mendengar ucapan agus yang mengintai iriana dan ashila


"target tewas bos, mobilnya menabrak truk tronton dan saat ini mereka berdu langsung di bawa ke rumah sakit mungkin untuk di otopsi, " lapor agus terhadap bosnya dan jack langsung memutuskan sambungan ponselnya,


"heh, " di kursi belakang zayn hanya bisa menghembuskan nafasnya" aku tidak tahu apakah caraku ini salah atau tidak, " batin zayn ia menyenderkan punggungnya sambil memejamkan ke dua matanya,

__ADS_1


kini ingatan zayn kembali lagi menerawang di mana dulu iriana dengan tega menabrak mommy zayn hingga mati di tempat,


"Niat ku balas dendam bukan dengan berakhir seperti ini," batin zayn,


"ah, zayn kamu memang salah seharusnya ini tidak terjadi, " entah mengapa batinnya berkata seperti ini,


kepala zayn kini terus saja berdenyut, entah mengapa hatinya menjadi redup, kini mobilnya sudah berhenti sempurna di depan mansion dengan sigap jack langsung membuka pintu untuk tuannya,


zayn langsung keluar dengan raut wajah yang tak bisa di artikan, pak mus hanya bisa terdiam begitu juga dengan bik sumi,


zayn melangkahkan kakinya dengan lebar memasuki kamarnya, ia mengedarkan pandangannya dan kini netranya langsung menangkap sosok wanita yang tengah terlelap dengan selimut sebatas dadanya di atas ranjang,


tanpa menunggu lama zayn langsung naik ke atas ranjang dan dengan segera mendekap wanitanya itu," jangan tinggalkan aku sayang, " ucap zayn bahkan kini ucapannya itu di sertai dengan air mata,


nameera yang merasa sesak kini membuka matanya, dan dengan sangat jelas telinga nameera menangkap suara tangisan dari suaminya, " mas, kenapa, " nameera langsung panik

__ADS_1


__ADS_2