Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 53


__ADS_3

Nameera berjalan pelan sambil menundukkan pandangannya "semoga mereka semua ga ngeliat aku turun dari mobil terkutuk itu, " batin nameera.


sedangkan zayn hanya tersenyum melihat nameera berjalan sambil menundukkan pandangannya, mobil zayn belum beralih dari luar pintu gerbang dan dengan sengaja nya zayn membuka kaca mobil itu, zayn masih duduk manis di dalam mobil sambil tersenyum,


sesekali nameera menoleh ke arah belakang dan sialnya lagi pandangan mereka berdua bertemu, "ah kenapa dia belum juga pergi dari sini, "geram nameera.


semua mata memandang ke arah nameera yang berjalan masuk ke dalam kampus, apalagi mereka semua melihat zayn melambaikan tangannya, dilla dn Fitri ya mereka berdua berdiri tepat di depan nameera, sedangkan nameera yang berjalan sambil menunduk tak melihat keberadaan kedua sahabatnya itu sehingga, "Bugh, " nameera menabrak keduanya,, "Aww, "ringis nameera dan memegang kepalanya karena terkena tangan dilla yang bersedekap di dadanya,


"kalau jalan liat² ga usah nunduk kaya gini, "ucap dila yang tangannya masih bersedekap di dadanya,


"sorry, "ucap nameera yang sudah mengangkat wajahnya,


"yaudah sekarang kita masuk jelas aja yuk, "ucap Fitri yang langsung menggandeng kedua sahabatnya itu

__ADS_1


mereka bertiga melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kelasnya, namun baru saja melangkah nameera sudah mendengar cibiran dari para mahasiswa yang melihatnya turin dari mobil mewah milik zayn,


"ihh, ternyata sekarang lo jadi augar daddy ya, makanya bisa turun dari mobil mewah, "ucap slah satu mahasiswi yang melewatinya.


Nameera terdiam di tempat kala mendengar ucapan teman kampusnya itu, "sedih, sudah pasti nameera bersedih, tapi kedua sahabatnya itu mencoba menenangkan dirinya,


"ga usah di fikirin, kita masuk dulu terus kamu jelasin ya, "ucap Fitri dengan nada halus.


tak disangka baru saja zayn memijakkan kakinya di lobby kantor, dia sudah di kejutkan dengan Nissa yang tanpa aba² langsung menghamburkan pelukannya,


"Aku merindukanmu honney, "ucap Nissa dengan nada manjanya,


zayn meradang, rahangnya mengeras tangannya terkepal kuat, seketika zayn mencengkram bahu Nissa dengan kuat, dan mendorongnya dengan keras sehingga membuat Nissa jatuh tersungkur ke lantai, "Aww, "Nissa meringis merasakan sakit di pantatnya akibat terjatuh,

__ADS_1


"sudah ku peringatkan singkirkan wajahmu dari hadapanku, "ucap zayn yang sangat terlihat geram


sekertaris haikal yang baru masuk juga terkejut melihat Nissa sudah jatuh tersungkur di lantai dan zayn yang berdiri di hadapan Nissa, sekertaris haikal tak berani bergeming, dia hanya diam diri di belakang tuan zayn, "ah sial, baru saja moodnya Bagus sekarang harus jelek lagi gara² si biang kerok ini, " gumam zayn di belakang tuan zayn.


Nissa berdiri tanpa bantuan zayn, "kenapa kau tega mendorongku, aku ini kekasihmu zayn, "ucap Nissa yang sudah mulai terisak.


zayn tak menjawab Nissa, ia langsung Berjalan menuju lift khusus presdir untuk membawa dirinya menuju ruang kerjanya, setelah membuka pintu ruangannya zayn langsung duduk di kursi kebesarannya,


"Haikal, usir Nissa dari sini dan jangan biarkan dia masuk lagi, "ucap zayn kepada sekertaris haikal.


sekertaris haikal yang mendengar titah tuannya segera meninggalkan ruangannya dan kembali ke lobby kantor, zayn menghubungi bodyguard tuannya "cepat kemari, "ucap sekertaris haikal melalui sambungan ponsel miliknya.


selengang beberapa menit kedua bodyguard itu datang dan langsung menjalankan perintah sekertaris haikal, untuk menyeret Nissa yang masih berdiri sambil mengumpat zayn dengan nada kasar.

__ADS_1


__ADS_2