
"are you oke, " tanya fitri yang melirik ke arah rasya yang sedang menunduk, cukup lama keheningan terjadi di antara dua insan manusia itu, karena sedari tadi fitri hanya diam saja mendengar semua pertanyaan yang di lontarkan rasya,
Rasya langsung mebatap tajam dan netranya langsung bertemu dengan netra fitri, "buset dah, serem amat lu, " sontak fitri memukul lengan rasya yang menatapnya dengan tayapan tajam,
"Jangan suka ngebelok arah lu, " ucap rasya kesal karena dari tadi ia tak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya,
"ngebelok arah, buta lu ya, dari tadi gue duduk di sini lu bilang belok arah, pusing lama lama ngadepin orang patah hati kaya elu ya, " cerocos fitri dengan kepolosannya,
rasya sudah geram temannya yang satu ini memang tak punya otak, kini tangan rasya sudah terangjat dan langaung menjitak kepala fitri,
"eh buset, lu emang ya, " ucap fitri sambil mengelus kepalanya,
"sekarang lu jawab pertanyaan gue yang tadi sebelum elu gue ceburin ke danau, cepetan, " ucap rasya sambil tatapannya seperti ingin membunuh mangsanya,
fitri menelan salivanya, "serem amat lu, " kini fitri hanya bisa bergumam,
__ADS_1
heh, fitri menghembuskan nafasnya, kini tatapannya mengah lurus ke depan sambil tersenyum.
"lu tau dia adalah perempuan ter the best yang pernah gue kenal, " ucap fitri sambil tatapan rasya terus menatapnya,
"selama ini kami bertiga sama sekali ga pernah tau dengan masalah yang dia hadapi, dan bodohnya lagi kami sama sekali ga pernah nanyain gimana kedaannya, " kini fitri melirik ke arah rasya
" dia emang udah nikah dan suaminya itu adalah pemilik perusahaan yang saat ini tempat gue magang kuliah, dan parahnya pernikahan nameera di awali karena hutang nyokap tirinya, " ucap fitri sambil terus menceritakan apa yang dia dengar langsung dari mulut nameera,
rasya menunduk "dan lu tau jiwanya saat itu terguncang, dia belum mau nikah sya, lu tau sendiri kan gimana karakternya tapi dia sangat terpaksa kalau nggak dia lakuin rumah bokapnya bakalan di jual, " bahkan kini fitri bercerita dengan air mata dan suara yang sudah sesegukan
"itu yang gue salut sama dia, bahkan di saat keadaannya lagi genting dia sama sekali ga mau ngerepotin orang lain, " ucap fitri
"tapi lu liat akibatnya sekarang, dia jadi korban nikah dengan orang yang sama sekali dia tidak cintai, ngerti ga lu, " ucap rasya bahkan kini ia sampai membentak fitri
"eh tunggu dulu, lu kok ngebentak gue sih kan gue lagi ceritain elu," di saat seperti ini bisa bisa fitri terlihat seperti orang yang bercanda,
__ADS_1
"eh, ia ya, sorry sorry lu bisa lanjutin ceritanya, " kini rasya celingukan "ia ya, ngapain juga gue ngebentak fitri kan dia ga tau apa apa, " batin rasya meretuki dirinya sendiri
"lanjut nih, " tanya fitri yang melirik ke arah rasya,
"ye lah, " ucap rasya tanpa melirik fitri,
"tapi awas lu ya, ngebentak gue lagi, gue gibeng pala lu biar elu tau rasa, " cecer fitri sambil mengangkat sebelah tangannya,
kini fitri kembali bercerita dengan sesekali ia menyeka air matanya,"dia adalah strong women sya, dan gua harap setelah ini dia bisa memetik buah dari kesabaran yang telah ia tanam sejak dulu, " doa fitri sambil tersenyum,
…………………
setuju ga sih kakau rasya dan fitri di jadiin pasangan pasti bakalan kocak banget deh,
kalau setuju tetep dukung author ya, like di setiap bab coment, vote dan jangan lupa tambah favorite,
__ADS_1