Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 78


__ADS_3

"cepat kemari, " ucap zayn berbicara lewat sambungan telpon,


sekertaris haikal langsung melenggang memasuki ruangan presdirnya itu, " ada yang bisa saya bantu tuan, " sekertaris haikal sudah berdiri di depan presdirnya,


" batalkn semua jadwalku hari ini, " ucap zayn semaunya,


"tapi tuan, " sekertaris haikal langsung mendapatkan tatapan tajam dari presdirnya yang galak itu,


"keluar, " zayn langsung saja mengusir sekertaris haikal,


sekertaris haikal langsung berbalik arah dan berjalan keluar namun baru sampai di pintu, sekeris haikal membalikan tubuhnya dan menghadap zayn,


"apakah tuan tau kalau nyonya magang di sini, " ucap sekertaris haikal


seketika zayn langsung menegakkan tubuhnya,


"apa, " zayn terkejut,


"iya, tuan tadi saya baru saja kembali dari aula tempat anak magang di seleksi, "

__ADS_1


zayn langsung berdiri dan tanpa basi basi langsung berjalan ke aula tempat anak magang di seleksi, namun saat sampai di sana ia sudah mendapatkan aula itu kosong,


nameera dan kawan kawan sudah mendapatkan tempat di bagian devisi keuangan sesuai dengan jurusan mereka sedangkan teman teman yang lain sudah mengisi devisi sesuai dengan jurusan mereka masing masing,


Hari ini Rasya memutuskan untuk pergi menyambangi coffe shop miliknya setelah kejadian seminggu yang lalu ia seperti malas untuk mengunjungi coffe shop miliknya,


baru saja ia masuk naina sudah memanggil dirinya dan memberikan sebuah amplop


berwarna putih,.


Rasya menerima amplop itu dan langsung masuk ke dalam ruangannya dan duduk di kirsi kebesarannya,


"apa setidak suka itu kamu sama aku sehingga kamu mengundurkan diri dari sini," Rasya terlihat sedih, ia tak mau berlama lama di dalam ruangannya Rasya langsung menyambar kembali kunci mobilnya dan melangkah meninggalkan coffe shop,


Naina yang melihat bosnya itu menjadi bingung, pasalnya tadi pas Rasya masuk ia terlibat sangat bersemangat, namun setelah masuk ke dalam ruangannya tiba tiba kembali keluar dalam keadaan tak bersahabat,


Rasya melajukan mobilnya pergi meninggalkan coffe shop sambil membanting stir mobilnya dengan keras,


" akh, " Rasya berteriak tak menerima keadaan

__ADS_1


Rasya menepikan mobilnya di saat sudah sampai di sebuah danau tempatnya dulu mengajak nameera, Rasya duduk di sebuah bangku tepatnya di bawah pohon sambil pandangannya lurus ke depan,


Rasya tersenyum getir, " akh, " Rasya kembali berteriak sekencang kencangnya mengeluarkan tumpukan pedih yang membendung di hatinya,


"jika kau belum bersedia aku siap menunggumu, tapi jangan seperti ini kau mengundurkan dirimu aku tersiksa nameera Adinda, " ucap Rasya dan tak terasa air matanya mengalir,


sedangkan di perusahaan zayn kesana kemari mencari keberadaan istrinya, dan belum ketemu padahal ia sudah asuk ke bagian divisi keuangan,


"akh, " zayn meremas rambutnya yang sudah rapi, bagaiman tidak kesal ia tak menemukan istrinya di perusahaannya sendiri,


"apa jangan jangan sekertaris haikal berbohong kepadaku, " zayn melangkah pergi dan masuk ke dalam ruangan sekertaris haikal,


brakk,


zayn menendang pintu ruangan sekertaris haikal dengan keras sehingga dua orang yang berada dalam satu ruangan itu terkejut bukan main,


"ada apa tuan, " ucap sekertaris haikal yang langsung berdiri di ikuti sekertaris lisa yang terlihat ketakutan,


" ternyata lehermu itu mau dipenggal ya, " ucap zayn sambil mendekat ke arah sekertaris haikal

__ADS_1


__ADS_2