Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 54


__ADS_3

Nameera sudah duduk di bangku kelasnya di temani kedua sahabatnya Fitri dan dilla, "yaudah lu gausah masukin ke hati omongan temen² tadi ya, "ucap fotri menenangkan nameera.


"itu temen bokap gue, tadi ga sengaja ketemu di halte bus terus dia ngajakin gue masuk kedalam mobilnya, katanya mau nganterin gue sekalian arah perusahaannya jalurnya sama ke kampus, yaudah gue ngikut aja ya kan sekalian hemat duit juga, "ucap nameera sambil menundukkan pandangannya, "maafin aku jika suatu saat kalian tau yang sebenarnya, "gumam nameera di dalam hatinya


"iya gue percaya sama elu, kan lo tahu sendiri gimana temen² suka berasumsi sendiri, mending sekarang kita fokus buat ngajuin magang kita bulan depan, "ucap dilla menimpali.


pelajaran di kampus selasai dengan tenang, Nameera dan kawan²nya pamit undur diri pulang ke rumah masing², kebetulan rumah mereka bertiga itu tak searah jadi tidak ada kata tebeng menebeng.


Nameera berjalan di atas trotoar jalan Raya, dan tiba² sebuah mobil mewah berhenti tepat di sampingnya, "silahkan masuk nyonya, "ucap sopir yang langsung membukakan nameera pintu mobil,


Nameera memicingkan matanya, "siapa yang dia bilang nyonya, "gumam nameera sambil menengok ke samping dan ke belakang, seolah merasa tak terpanggil, nameera acuh dan melanjutkan perjalanannya.


"Nyonya nameera, saya di utus tuan zayn untuk menjemput anda, "ucap sang sopir.

__ADS_1


Nameera menghentikan langkahnya,"jika anda tak mau ikut bersama saya, maka terimalah hukuman dari tuan zayn nyonya, "ucap sang sopir


"Deghh,


Nameera terkejut mendengar ucapan sang sopir, "aku seperti nyonya kesayangan, "gumam nameera dalam hati dan berjalan ke arah mobil dang sopir mempersilahkan nyonya zayn untuk masuk ke dalam,


sang sopir terlihat sedang menghubungi seseorang lewat sambungan ponselnya, "sudah saya laksanakan tuan, "ucap sang sopir dlam sambungan ponsel.


"langsung bawa dia ke sini, "ucap zayn lalu memutuskan sambungan telponnya,


nameera hanya diam saja di dalam mobil, sambil mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam tas jinjingnya, berselang beberapa menit mobil yang di tumpanginya berhenti tepat di depan gedung yang sangat luar biasa besarnya,


Nameera belum menyadari di mana dia berada karena sedari tadi dia di sibukkan dengan ponsel yang berada di genggamannya, "silahkan nyonya, "ucap sang sopir sambil membuka pintu mobil untuk Nameera

__ADS_1


Nameera merasa heran, "loh, ini bukan mansion, saya mau pulang tolong antarkan saya kembali, "ucap nameera sambil masuk kembali ke dalm mobil.


"maaf sebelumnya, saya di utus tuan zayn untuk menjemput anda dan mengantarkan anda ke kantor milik tuan zayn ini, "ucap sang sopir yang masih Setia berdiri di luar mobil.


"ckk,


Nameera berdecak kesal, "apalagi yang tuan gila itu inginkan dariku, "gumam nameera, raut wajahnya terlihat kesal.


"silahkan nyonya, saya tak bisa mengantar anda masuk, saya permisi dulu, "ucap sang sopir yang membungkukkan badannya di hadapan nameera.


Nameera berjalan malas ke dalam perusahaan, dan benar saja sekertaris haikal sudah menunggunya di lobby kantor, semua itu atas perintah zayn, "kebetulan nyonya sudah datang silahkan tuan zayn sudah menunggu anda, "ucap sekertaris haikal


sekertaris haikal menuntun nameera menuju lift khusus presdir dan tak berselang lama pintu lift terbuka dan langsung menuju ruangan presdir, Tak menunggu lama sekertaris haikal mengetuk pintu ruangan zayn, "masuk, hanya istriku saja, "ucap zayn yang sudah mengetahui kedatangan nameera

__ADS_1


"silahkan nyonya, "ucap sekertaris haikal sambil membukakan pintu ruangan tuan zayn untuk nyonya nya nameera


Nameera berjalan malas menuju ruangan zayn dan benar saja zayn sudah menunggu dirinya sambil tersenyum manis, "ishh, menjijikan sekali, "gumam nameera di dalam hati tanpa berani mengucapkannya langsung


__ADS_2