Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 69


__ADS_3

zayn langsung berjalan mendekati ranjang, ia melihat nameera sedang tertidur lelap dengan tangan yang memegang perutnya,


zayn menempelkan tangannya di kening nameera untuk mengecek kondisi istri cantiknya itu, "tidak panas, "gumam zayn dalam hati, "tapi kenapa wajahnya pucat sekali, "zayn terus memandangi wajah nameera tanpa henti,


zayn mendaratkan ciumannya di kening nameera, ia kecup dengan sangat lama, hingga ia tak sengaja memegang tangan nameera yang terpasang alat kontrasepsi, "Aww, "ringis nameera karena merasakan rasa sakit di tangannya,


"sayang, "ucap zayn membangunkan nameera,


nameera membuka matanya dan melihat zayn yang sudah ada di sampingnya, ia langsung duduk dan menyandarkan kepalanya, "apanya yang sakit hem, "ucap zayn yang lagi² menempelkan tangannya di kening nameera


nameera hanya menggelengkan kepalanya dengan lemah, tenaganya terkuras karena menahan rasa nyeri di perut dan di lengannya,


zayn lagi² menyentuh lengan tangan nameera yang terpasang alat kontrasepsi "aww, "lagi² nameera meringis merasakan sakit,


"sakit, " ucap nameera dengan nada pelan sambil menjauhkan tangan zayn dari lengannya,


"sorry, sorry, "zayn menjauhkan tangannya dari badan nameera,

__ADS_1


"tadi kamu ke rumah sakit, " tanya zayn yang memandangi wajah nameera dengan lekat


"Deggh, "


nameera terkejut karena zayn mengetahui dirinya mengunjungi rumah sakit,


"lain kali jika ingin pergi, hubungi aku biar nanti aku yang akan menemanimu, ' ucap zayn sambil menggenggam tangan nameera,


nameera hanya mengangguk mendengar penuturan zayn kepada dirinya,


"shht,, nameera meringis karena nyeri di perutnya semakin terasa sakit, ia langsung merebahkan tubuhnya dan segera berbaring kembali, nameera menghiraukan zayn berada di sampingnya,


"waktumu hanya 10 menit, "ucap zayn dan langsung mematikan sambungan ponselnya,


zayn kembali duduk di sisi nameera, "sayang apanya yang sakit hem, " ucap zayn dengan nada yang lembut sambil mengelus punggung tangan nameera,


"andai dari dulu kau berbuat seperti ini padaku zayn, aku pasti merasa seperti wanita Yang sangat beruntung saat ini, namun itu semua hanyalah hayalan ku saja Yang tak pernah mungkin akan menjadi kenyataan, "gumam nameera di dalam hati sambil memejamkan kedua matanya,

__ADS_1


nameera membuka kedua matanya, pandangannya begitu sayu ia tersenyum manis ke arah zayn, "aku tidak apa² ini mungkin efek dari datang bulanku saja, Yang membuat perutku terasa nyeri, Dan aku hanya ingin istirahat sebentar, jadi ku mohon jangan menggangguku," ucap nameera dengan nada Yang sangat pelan Dan kembali menutup matanya,


dokter haris masuk dengan terburu buru ke dalam rumah zayn,ia melangkahkan kakinya tanpa menghiraukan para maid Yang memberinya hormat,


dokter haris masuk ke dalam kamar utama Yang di tempati zayn, "kau kenapa lagi brother," ucap dokter haris Yang terlihat kesal karena harus meninggalkan rumah sakit, padahal di rumah sakit banyak sekali pasien Yang harus ia tangani segera,


" periksa istriku, " ucap zayn Dan dokter haris langsung menoleh ke arah nameera,


"kau menyiksanya lagi ya, "ucap dokter haris Yang langsung mendapatkan tatapan mematikan dari zayn,


"sorry sorry brother aku hanya bercanda, " dokter haris menciut kala mendapatkan tatapan itu dari zayn,


"Baiklah aku akan memeriksanya terlebih dahulu, Dan anda silahkan mundur dulu tuan zayn Yang terhormat, " ucap dokter haris Yang sudah mengeluarkan alat medisnya,


"tidak mau, " ucap zayn singkat, ia sama sekali tak mau meninggalkan nameera walau hanya sedetik,


"hey, bagaimana aku bisa memeriksa istrimu sedangkan kau tak mau menyingkir dari sebelahnya, " dokter haris Dan zayn saling berdebat Dan akhirnya zayn mengalah lalu membiarkan dokter haris memeriksa istrinya,

__ADS_1


.


__ADS_2