Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 70


__ADS_3

seminggu sudah berlalu, kini nameera sudah sehat seperti sedia kala, datang bulannya sudah berakhir dan alat kontrasepsi yang ia pasang sudah tidak nyeri lagi,


sudah seminggu pula nameera tidak di berikan masuk kuliah oleh zayn, padahal nameera hanya merasakan nyeri pada hari itu saja, namun zayn kekeh menyuruh nameera untuk istirahat, walaupun nameera merengek sambil menangis tapi zayn tak perduli dengan rengekan nameera,


hari ini nameera akan masuk kuliah untuk mengumpulkan laporan magangnya, dan zayn sendiri yang akan mengantarkannya, nameera tak bisa menolak karena jika dia menolak zayn tak mengizinkannya untuk kuliah lagi,


sudah seminggu sejak kejadian nameera merasa nyeri akibat mens yang ia derita, dari situ juga percakapan keduanya berangsur membaik seperti layaknya suami istri pada umumnya, walaupun nameera masih merasa sedikit canggung saat berhadapan langsung dengan zayn,


"sayang," panggil zayn dengn nada manja,


nameera tak menjawab, namun ia datang ke tempat di mana zayn berada, nameera mendekatkan langkahnya dan bersejajar dengan zayn, nameera sudah tahu kenapa zayn memanggilnya alasannya hanya satu yaitu di pasangkan dasi seperti biasa,

__ADS_1


nameera mengambil dasi yang masih berada di dalam laci dan pilihannya jatuh pada warna hitam yang bercorak putih,


seperti biasa adegan pasang dasi di lakukan oleh nameera, dan zayn dengan jahilnya memeluk pinggang nameera dengan erat, "kalau begini bagaimana aku bisa memasangnya, "ucap nameera tangannya yang masih bertengger di leher zayn sambil memegang dasi yang akan dia pasangkan ke kerah baju zayn,


"Rasanya kenyal, " bisik zayn tepat di telinga nameera, dan berhasil membuat rona merah di pipi nameera,


"kalau begini aku bisa telat masuk kuliah, "ucap nameera yang sudah kesal dengan perlakuan zayn,


"tidak akan," ucap zayn dengan entengnya,


"ishh, " nameera kesal bukan main "ayolah, lepaskan dulu, " nameera mendorong dada zayn dengan kasar dan berhasil, dan sekarang nameera terbebas dari pelukan zayn,

__ADS_1


nameera Buru Buru memasangkan dasi di kerah baju zayn" wah wah, ternyata istriku ini bisa kasar juga ya, " zayn mengacak acak rambut nameera yang sudah tersisir rapi,


"astaga bisa gila kalau aku terus berdekatan dengan orang semacam dirimu, "gumam nameera yang berada di depan cermin sambil kembali menyisir rambutnya yang sudah terlihat berantakan karena ulah suami nakalnya itu,


meraka berdua turun dari dalam kamar untuk melakukan sarapan pagi, seperti biasa zayn pasti akan merangkul nameera saat sedang menuruni tangga, dan bik sumi serta pak mus yang sedang menyiapkan sarapan hanya bisa tersenyum bahagia melihat hubungan tuaanya yang semakin hari terlihat semakin membaik,


"silahkan tuan, " ucap pak mus yang sudah menarik kursi. untuk tuan zayn,


nameera akan melayani suaminya seperti biasa saat berada di depan meja makan, "aku mau yang itu sayang, " ucap zayn menunjuk ke arah ikan salmon yang di baluri dengan saus manis,


nameera mengambilkannya untuk suami tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut nameera dan ia pun begitu, Buru Buru nameera menghabiskan sarapannya karena takut telat untuk masuk kampus, mengingat hari ini ia kelas pagi,

__ADS_1


"sayang tidak ada yang akan mendahuluimu, pelankan sedikit caramu memakannya " ucap zayn yang dari tadi memperhatikan nameera.


nameera hanya melirik zayn sekilas dan kembali menyantap sarapannya,


__ADS_2