
"tok,,
"tok,,
pak mus mengetuk pintu kamar tuan zayn,,
"ceklek,,
pintu kmar zayn terbuka dan pak mus segera melangkah masuk dan mendekati zayn yang berdiri di samping nameera yang tertidur,,
"maaf tuan di bawah ada yang ingin bertemu dengan nyonya, apakah di perbolehkan untuk masuk,, tanya pak mus dengan nada pelan, "
"tidak usah biar aku yang akan turun menemui mereka, ucap zayn kepada pak mus yang berdiri sambil menundukkan kepalanya,"
"baiklah kalau begitu saya permisi," ucap pak mus yang berjalan meninggalkan kamar tuan zayn,
"pak mus tolong pindahkan barang² nyonya yang ada di gudang agar di pindahkan kedlm kamar ini, "ucap zayn.
__ADS_1
"Baik tuan,"
zayn sudah berencana agar nameera tidur di dalam kamar utama bersama dengan dirinya ,,
ya,sebenarnya dari awal zayn melihat nameera dirinya sudah tertarik pada gadis itu, namun karena ego dan balas dendam zayn menutup rapat pintu hatinya, namun semakin ia tutup semakin pula zayn jatuh hati karena melihat ketangguhan hati seorang nameera adinda,,
bagaimana tidak,,setiap hari ia memerintah nameera melebihi pekerjaan para maid di mansion,,namun nameera tak pernah mengeluh sama sekali, bahkan ia di suruh tidur di dalam gudang dengan beralaskan sebuah tikar dan satu bantal tak lupa selimut panjang yang selalu menemani tidurnya,,
zayn meninggalkan nameera di dalam kamarnya sendirian dan mengunci pintunya saat dia keluar,,
zayn duduk di sofa menghadap ibu tiri nameera,, sedangkan ashila yang melihat kedatangan zayn langsung merapikan penampilannya,, dan membuat gayanya se anggun mungkin supaya zayn bisa tergoda olehnya,, namun alih² zayn tak menatap dirinya zayn hanya sibuk dengan ponsel yang ada di tangannya,"
"mm,,apakah bisa ibu melihat keadaan nameera nak,,
akhirnya zayn,mengangkat pandangannya dan menatap ibu tiri nameera sebenarnya didalm hati zayn seakan ingin mencekik dan mencabik² wanita paru baya yang ada di depannya itu namun sebisa mungkin zayn bersikap biasa saja,,
"maaf,, bukannya aku tak memberi izin ibu untuk menemui nameera,, namun keadaanya sangatlah lemah dan untuk saat ini tak bisa di lihat oleh orang dulu, " ucap zayn dengan nada datar,"
__ADS_1
"Baiklah tak mengapa,, apa nameera selalu membuatmu jengkel zayn, ucap ibu tiri nameera tiba tiba, "
,,degh",, zayn terkejut mendengar pertanyaan ibu tiri nameera"kenapa dia bertanya seperti itu padaku, zayn menautkan dahinya sambil menatap ponsel yang ia pegang,
"zayn,, panggil ibu tiri nameera"apa kau mendengarkan ibu, "
"tidak nameera tak pernah membuatku jengkel,, kenapa ibu menanyakannya,, "zayn memandang ibu tiri nameera dengan intes sehingga ibu tiri nameera menjadi menciut karena tatapan zayn,,
"bukan apa² nak jika nameera membuatmu jengkel langsung saja beritahu ibu ya,, nanti ibu yang akan mengajari nameera sopan santun,"
"Baiklah nak kami berdua pulang dulu,, titipkan salam kami pada nameera nanti kalau dia sudah bangun,, ucap ibu tiri nameera sambil berdiri dari duduknya,,
"emm,, zayn tak menjawab panjang lebar ucapan wanita paru baya yang notabenenya adalah ibu tiri nameera,,
malam sudah larut ibu tiri nameera pulang dari rumah zayn sekitar jam 8 malam,, 4jam mereka di biarkan menunggu berdua di ruang tengah oleh zayn,, dan jangan tanyakan lagi bagai mana raut wajah ashila saat ini,, dia bgitu kesal karena sedari tadi tak di tegur sapa oleh zayn,,
,
__ADS_1