Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
145


__ADS_3

hari ini adalah hari wisuda nameera dan zayn membebaskannya untuk tidak menggunakan kursi roda namun tetap dengan pengawasan ketat suaminya,


entah mengapa di kehamilan nameera yang pertama ini ia sering sekali menangis, bahkan hal kecil saja bisa ia tangisi dan apalagi saat ini melihat dirinya menggunakan seragam wisuda dengan topi di kepanya ia langsung memeluk sang suami sambil menangis terisak,


"terimakasi, terimakasi untuk semuanya, " ucap nameera menangis terisak di dekapan suaminya,


zayn tersenyum sambil mengusap punggung istrinya, " ini kerja kerasmu sayang, tidak perlu berterima kasi padaku, " tutur zayn dengan mengecup singkat kening istrinya,


"hey, " kini ketiga sahabatnya itu datang mendekat, menghamburkan pelukan mereka, kecuali andre ia tak berani ikut dalam acara peluk pelukan bisa mati di penggal lehernya oleh zayn,


andre menjadi kikuk sendirian sambil tersenyum kecut,


"kita berhasil, " ucap dilla tatkala pelukan mereka bertiga terlepas,


"iya, " nameera menganggukkan keplanya sembil tersenyum, tangis haru bahagia terlihat dari wajah mereka, beberapa tahun mengejar impian lulus kuliah kini sudah mereka dapatkan,


"udah besar aja nih, " tangan fitrj terulur mengelus perut buncin nameera yang terhalang dengan seragam wisudanya,

__ADS_1


nameera tersenyum, begitu juga dengan dilla ia ikut mengelus perut sahabatnya, jangan tanya andre tentu saj ia tak berani ikut dalam sesi ini juga, ia hanya bisa melirik dari dekat,


"hati hati, bayi dalam kandungannya masih posesif istriku bisa sakit perut kalau tangan kalian masih berada di situ, " tegas zayn yang membuat fitri dan dilla langsung melepaskan tangan mereka,


"maaf, " dilla dan fitri langsung menunduk malu saat mendengar ucapan zayn,


"gue takut ama suami elu, " tutur fitri berbisik di telinga nameera,


"sayang mana mungkin hanya di pegang langsung sakit, " ucap nameera sambil menggandenga lengan suaminya,


"sayang, mereka tidak berbuat sesuatu yang akan menyakitiku, " bisik nameera, sedangkan kini fitri dan dilla menjadi kikuk merasa malu dengan ucapan zayn,


"sayang, " zayn ingin protes namun lagi lagi nameera membungkam mulut suaminya,


"ingat sayang, jatah mu akan kupangkas kalau terus cerewet seperti ini, " hanya berbisik seperti ini saja berhasil membuat zayn terdiam sambil menatap istrinya itu,


"jadi bagaimana, " tanya nameera, sedangkan kini zayn hanya menghembuskan nafasnya,

__ADS_1


"lebih baik diam dari pada jatahku harus terpangkas, " bisik zayn dengan suara sedikit frustasi, bukannya apa apa zayn hanya takut terjadi sesuatu pada nameera,


seposesif itulah zayn malik saat ini, ia tak mau orang tercintanya mengalami kesakitan, no, zayn tak mau itu terjadi, biarlah masa lalu pahit itu terkubur dalam dalam dan zayn sudah menjanjikan kebahagian untuk nameera istrinya cinta pertamanya itu.


setelah zayn berhasil di diamkan oleh bisikan nameera, kini nameera kembali lagi menghampiri dua sahabatnya yang sedang tertunduk malu itu, " kenapa kalian ," ucap nameera saat sudah berdiri di hadapan dua sahabatnya itu


"gue udah bilang tadi, gue takut sama suami elu, " bisik fitri di telanga nameera,


nameera tersenyum memang benar sikap zayn yang terbilang dingin itu selalu membuat lawan bicaranya terdiam tanpa kata,


nameera kembali menarik kedua tangan sahabatnya itu untuk ia bawa ke perutnya, " silahkan peganglah sesuka hati kalian, " ucap nameera,


"gimana rasanya," tanya fitri yang penasaran dengan melihat ke adaan nameera yang tengah mengandung,


"rasanya istimewa, dia cintaku jantungku dan hatiku, makanya kalian berdua ayo cepat nikah, biar nanti kita sama sama gendong bayi, " ucap nameera dengan tersenyum, namun zayn mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan istrinya,


"jadi aku bukan cintanya jantungnya dan hatinya, " gumam zayn, bahkan zayn cemburu dengan calon baby nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2