Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 41


__ADS_3

sepulang kuliah nameera harus pergi bekerja lagi ke coffe shop milik rasya,, dan tepatnya hari ini para karyawan akan mendapatkan gaji mereka karena sebulan penuh sudah bekerja,


sedatang di coffe shop nameera terlihat sedang senyum dan raut wajah yang agak berbinar "ah,, ya ampun untuk pertama kalinya lagi aku akan memegang uang dari hasil keringatku sendiri, " nameera bergumam sendiri sambil cengar cengir tak karuan,,bagaimana tidak selama pernikahan dirinya tak pernah di berikan selembar pun uang oleh zayn,


untung ada sisa gaji yang masih bisa ia sisihkan setelah membayar uang semesteran kampus,,


waktu telah menunjukan sore hari namun terlihat nameera masih sibuk bekerja di coffe shop, namun sampai sore hari nameera tak melihat rasya sama sekali "tumben sekali rasya tak datang di hari pembagian gaji, "nameera celingak celinguk mencari keberadaan rasya"ah kenapa aku jadi memikirkan rasya, "nameera mencoba mengusir pikirannya

__ADS_1


sedangkan di dalam ruangan besar terlihat para dewan devisi sedang melakukan meeting dengan zayn,, beberapa dari dewan devisi sudah terlihat seperti kepiting rebus karena sedari tadi zayn belum puas dengan hasil rekapan perusahaan,,


"Ahgg,, kenapa kalian semua tidak becus hah,, aku memberikan kalian gaji besar supaya kerja kalian itu extra dan memberikan aku hasil yang memuaskan, "zayn terlihat sangat geram sambil menggebrak meja dengan bunyi yang besar,


sampai larut malam zayn yang di temani sekertaris haikal didalam perusahaan tepatnya di ruangan zayn masih berkutat dengan file² diatas meja kerjanya. pukul menujukkan jam 11 malam zayn yang sudah merasakan pegal dan lengket di tubuhnya segera beranjak untuk pulang dengan sekertaris haikal mengekor di belakangnya dengan Setia.


nameera melilitkan handuk di kepalanya, dan tubuhnya di selimuti dengan jubah mandi,, nameera menjadi bingung pasalnya semua baju yang ada di lemari gudang sudah tidak ada,, dia kembali mengingat ucapan zayn tadi malam"apakah aku harus naik ke atas untuk memakai baju,, akh tapi aku tak berani untuk kembali ke kamar itu lagi, nameera menjadi bingung sendiri pasalnya ia takut kalau nanti ia naik ke atas takutnya zayn akan ada di sana

__ADS_1


namun nameera mencoba mengingat sesuatu saat baru tiba di halaman mansion ia belum melihat keberadaan mobil zayn,, "ini sudah terlalu malam mungkin tuan zayn tak akan kembali ke mension, mudahan saja tuan zayn menginap di hotel,"setelah banyak pertimbangan akhirnya nameera memberanikan diri untuk naik ke kamar yang di tempati oleh zayn,


nameera membuka lemari yang di tunjukkan oleh zayn, mulai mencari bajunya sampai akhirnya nameera merasa heran pasalnya ia tak menemukan semua baju yang pernah ia pakai melainkan pakaian yang masih baru semua,,


belum sempat nameera meraih baju,, ia harus di kejutkan dengan suara pintu kamar yang terbuka,,


"ceklek,,

__ADS_1


zayn membuka pintu kamarnya dan berjalan ke arah sofa melepas jas dan dasi yang menempel di tubuhnya,, nameera masih mematung di depan lemari pasalnya ia mengira bahwa zayn tak akan pulang karena sudah larut malam,, namun ternyata dugaannya salah besar, sekarang zayn sudah berada di dalam kamar, dan dirinya belum memakai baju sama sekali walaupun tubuhnya masih berbalut jubah mandi.


__ADS_2