
"udah puas, " tanya fitri setelah selesai menceritakan semua masalah sehingga membuat nameera akhirnya menikah,
"heh, " bukannya menjawab rasya malah menghembuskan nafasnya smbil merentangkan kedua kakinya,
"lucu ga sih menurut lu, " ucap rasya sambil netranya lurus ke depan,
"maksud elu, " fitri menatap arah pandang rasya,
"iya, di saat gua berusaha mengejar cintaku mati matian eh dia udah jadi milik orang lain, " rasya bahkan kini tersenyum mengejek dirinya sendiri,
"haha, " bukannya ikut bersedih fitri malah mentertawan kepiluan rasya,
"kasian banget lu, " ucap fitri tanpa berhenti tertawa,
rasya langsung menatap fitri dengan tatapan tajamnya, maksud hati ingin menenangkan diri dengan bercerita namun malah sebaliknya ia di ejek habis habisan oleh teman nya itu,
"sialan lu," ucap rasya lalu bangkit dari duduknya,
__ADS_1
"ehh, lu mau kemana, " fitri langsung mengejar langkah rasya yang telah meninggalkan dirinya,
rasya membuka pintu mobilnya tanpa menghiraukan fitri, "buset, lu marah nih, " ucap fitri sambil memakai seat belt saat sudah berada di dalam mobil raysa,
rasya hanya diam saja, malas meladeni teman yang tidak ada pengertiannya itu."ngomong kek diem baek lu, " ucap fitri yang menepuk lengan rasya yang sedang fokus menyetir,
saking geramnya dengan fitri, rasya kini menambah kecepatan laju mobilnya, " pelan dikit napa gue belum nikah sya, " teriak fitri dengan kencang,
rasya tersenyum ia merasa tertandang mendengar teriakan fitri, bukannya pelan rasya malah semakin menambah kecepatan laju mobilnya, "emaakk, tolong fitri makk, fitri belum mau mati muda lagian fitri juga belum nikah maaakk, " fitri berteriak dengan sangat kencang,
Rasya akhirnya menurunkan kecepatan laju mobilnya"hahah ," melihat raut wajah fitri yang sudah takut setengah mati membuat rasya tertawa dengan keras.
"Lumayan, " Rasya menjawab dengan suara enteng dan tersenyum,
"gue belum aja ketemu ama jodoh gue, eh elu udah mau ngajak mati muda, sialan banget lu, " cerocos fitri panjang lebar namun rasya hanya tersenyum,
entah mengapa mobil rasya kini memasuki jalanan menuju rumah lama nameera, "eh lu kok ke sini, mau ngapain," tanya fitri yang mengenali jalanan menuju rumah nameera,.
__ADS_1
bukannya menjawab rasya malah mengendikan kedua bahunya, mobilnya terus melaju hingga berhenti di depan gerbang rumah nameera,
rasya terdiam ia membuka seat belt nya, namun kini ia menauthan keningnya merasa aneh dengan rumah nameera," fit kok banyak orang, " ucap rasya
"iya ya, ada apaan tu, " tanya balik fitri sambil menatap ke arah rumah nameera,
"ya mana gue tau lu balik nanyak, " kesal rasya,
fitri langsung mengambil ponselnya di dalam tas yang ia pakai dan langsung mendile nomor ponsel nameera,
tut,,,
tutt,,,
hingga persekian detik nameera tak kunjung menjawab panggilan fitri, ," ngapain aja tu anak, " kesala fitri karena panggilannya tak kunjung di jawab,
"coba sekali lagi, " fitri kembali mencoba dan akhirnya panggilannya di jawab juga,
__ADS_1
panggilan berakhir dengan nameera yang memutusnya setelah mendengar apa yang fitri sampaikan,
"heh, " fitri menghembuskn nafasnya dan kembaki masuk ke dalam mobil rasya, " lu mau diem di sini atau pergi, " tanya fitri tanpa melirik ke arah rasya karena kini netranya sedang sibuk menatap ke arah kerumunan orang orang yang tengah mengurus jenazah ashila dan iriana,