Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 51


__ADS_3

Nameera tak berani berkutik saat dirinya sudah berada di dalam pelukan zayn, hanya bisa terdiam sambil memejamkan matanya walau tak di pungkiri jantungnya terasa mau lepas karena debarannya yang sangat kencang,


zayn yang terasa nyaman di dalam pelukan nameera akhirnya tertidur,, nameera yang mendengar dengkuran halus dari zayn mencoba membuka matanya dan menatap zayn sebentar, "ah sukurlah dia sudah tidur, "ucap nameera dalam hati.


nameera mencoba melepas pelukan zayn untuk menghindar, namun sayang dia tak bisa karena zayn semakin erat memeluk tubuhnya, zayn yang terbangun karena pergerakan nameera, hanya diam saja dan tak mau melepaskan pelukannya,


akhirnya nameera menyerah dan ikut tertidur bersama zayn yang memeluk tubuhnya secara posesif,


pagi hari menyapa seperti biasa nameera terbangun lebih dulu dari zayn, namun hari ini berbeda nameera tak terkejut lagi saat melihat tangan zayn yang memeluknya semalam,, nameera mengangkat tangan zayn dengan pelan dan Buru² turun dari ranjang lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan mensucikan badannya,


setelah selesai berkutat di kamar mandi akhirnya nameera keluar dengn menggunakan jubah mandi, zayn yang sudh terbangun hanya dapat menelan salivanya saat melihat nameera yang audah selesai mandi,


nameera melangkahkan kakinya, menuju bathroom untuk mengambil pakaiannya fan berjalan ke luar lagi untuk menjalankan ibadahnya Karena seorang muslim di wajibkan untuk melakukan ibadah,

__ADS_1


sekarang mereka berdua sudah rapi dengan zayn yang memakai setelan tuxedo dan nameera dengan dress selutut dan tentu saja dengan sedikit polesan di wajahnya,


"sayang, "zayn memanggil nameera namun yang di panghil tak kunjung menoleh,,


tak mendapatkan jawaban zayn akhirnya berjalan ke arah nameera dan memberikannya sebuah dasi, nameera tak bertanya namun dia menatap zayn dengan tatapan keheranan,


"pakaikan, "zayn menyodorkan sebuah dasi ke arah nameera,


zayn meraih tangan nameera dan memberikannya dasi yang ada di tangannya dan memajukan badannya di depan nameera,


"cepatlah nanti suamimu ini bisa terlambat ke kantor,"ucap zayn sambil tersenyum ke arah nameera,


mau tak mau nameera langsung memakaikan dasi untuk suaminya itu, dan dengan usilnya zany sengaja memajukan lagi tubuhnya sehingga tak ada jarak di antara mereka berdua, zayn langsung saja mengecup kening nameera dengan ke dua tangannya memegang bahu nameera,

__ADS_1


sontak membuat nameera menjadi reflex dan mendorong dada zayn namun usahanya gagal karena zayn memegang bahu nameera dengan kencang sehingga nameera tak bisa menghindar,,


tak ada sepatah kata yang di ucapkan nameera namun dia terlihat kesal dan marah tapi lagi² nameera tak bisa mengeluarkan amarahnya karena lawannya itu adalah zayn sang penguasa,


"kau adalah candu yang tak bisa ku tinggalkan, jangan pernah perpaling dariku, jika itu sampai kau lakukan maka terimalah konsekuensinya, " ucap zayn tepat di telinga nameera sehingga membuat nameera merinding,


sebenarnya dari tadi nameera ingin keluar dari kamar yang sudah membuatnya tertekan itu namun lagi² zayn sudah mengunci kamarnya rapat²,


zayn kembali menatap dirinya di cermin besar dalam kamarnya dan merapikan rambutnya nameera hanya duduk di tepi ranjang menunggu sang pemilik kamar membuka pintu,


pintu kamar di buka oleh zayn dan berjalan keluar sambil nameera mengikutinya dari belakang, zayn hanya tersenyum mengingat ia sudah mendapatkan jatah paginya walau dengan sedikit pemaksaan.


inget pokoknya harus like like

__ADS_1


__ADS_2