Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 04


__ADS_3

hari hari telah berganti, seperti biasa nameera selalu melakukan tugasnya dengan benar,, setiap pagi berangkat kuliah dan sepulang kuliah dia pergi bekerja ke coffe shop..


akhirnya seminggu yang di nanti telah tiba, dimana ibu tiri nameera akan membayar hutang..


nampak raut wajah ibu tirinya dan ashila terlihat sangat panik,, karena memang mereka belum ada uang untuk membayar hutang,, dan mereka juga tidak mau mengorbankan rumah yang saat ini mereka tinggali..


"aduh ma, bagai mana ini,, apa yang harus kita lakukan, " tampak ashila mondar mandir sangat gelisah


"bagai mana kalau kita kabur aja ma, "


"tidak mungkin, bagaimana kita bisa kabur,, meraka akan tetap mencari kita ashila, "


berbeda lagi dengan keadaan nameera, hari hari yang ia lalui nampak selalu baik,, beberapa kali nameera pergi ke pemakaman ayah dan ibunya, hanya untuk bercerita apa yg telah ia alami, bercerita keluh kesahnya,


walaupun ia dan ibu tirinya sudah tidak memiliki ikatan apapun , namun nameera selalu di jadikan budaknya, selalu disiksa oleh ibu tiri dan saudari tirinya, tanpa ampun,


namun nameera tak pernah menghiraukan apa yang telah ibu tirinya perbuat kepadanya,, dia selalu memegang Teguh pendiriannya bahwa "setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya " dan semua penderitaan yang kini ia alami pasti ia akan menemukan kebahagiaan dan titik terang hidupnya,,


sungguh bijak sekali engkau nameera !!!


sekelompok pria berpakain serba hitam dan bertubuh gempal datang kembali kerumah nameera,


tok

__ADS_1


tok


tok


ketukan pintu terdengar kala mereka sedang berada diruang tengah,,,


" siapa itu bu, " tanya ashila pada ibunya,,


ibunya berjalan untuk membuka pintu, dan betapa kaget ibunya saat mengetahui bahwa penagih hutang lah yang datang


" jadwalmu bayar hutang telah jatuh tempo,,, sekarang serahkan uang itu kepadaku, "seru pria bertubuh gempal,,


dengan terbata bata ibu tiri nameera menjawab,,


"aku tidak peduli sekarang kau serahkan uangnya atau keluar sekarang juga dari rumah ini," bentak pria bertubuh gempal lagi,,


" ashila dengan gugup menghampiri ibunya yang masih berdiri sambil bergetar,,


"ku mohon beri kami waktu lagi, "ucap ashila tak kalah gemetarnya bersama sang ibu,,


nampak dari jauh terlihat nameera pulang dengan rasa lelahnya, nameera pun tak kalah kagetnya saat melihat pria bertubuh gempal itu lagi,,


" ada apa ini," seru nameera

__ADS_1


"nameera tolong ibu nak, " terlihat wajah memelas ibu tirinya meminta pertolongan pada nameera..


" cepat mana uangnya," suara pria itu sudah meninggi


ibu tirinya dan ashila tak berani bergeming,, meraka bergetar wajahnya menunduk menghadap bawah,,


nameera kebingungan, apa yang harus ia lakukan, sedangkan dirinya pun tak punya uang sebanyak itu untuk membayar hutang ibu tirinya,


"kalau begitu keluarkan semua barang barang kalian dari dalam cepat, sebelum kami masuk dan mengobrak abrik seluruh barang kalian,"


"tidak adakah cara lain,"ucap nameera dengan nada yang lembut.


" kami sudah memberikan kalian tempo satu minggu,, tapi kalian belum bisa membayar hutang kalian,


" Bos kami tak suka menunggu, apalagi sudah di berikan waktu tapi kalian lalaikan, cepat kemasi barang² kalian atau kami akan berbuat kasar pada kalian, "


belum sempat pria bertubuh gempal itu berbuat kasar, tiba tiba mobil mewah berhenti tepat di belakang mereka,


bip


bip


bunyi klakson mobil tersebut,,,

__ADS_1


__ADS_2