Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
96


__ADS_3

Rasya bangun kesiangan, bagaimana tidak semalam ia baru pulang jam 3 pagi itu bahkan rasya tak langsung tidur, masih dengan setia kepalanya memikirkan pujaan hati Yang sudah di miliki orang lain,


beranjak dari atas ranjang Dan segera masuk ke dalam kamar mandi, memulai ritual mandinya dengan bahagia, dan itu semua terdengar dari siulannya sedikit nyanyian merdu terdengar dari dalam kamar mandi,


"aku akan memulainya hari ini, " senyum rasya mulai bangkit, " aku berjanji setelah aku mendapatkan dirimu Dan cintamu takkan ka kulepaskan lagi, " rasya tersenyum sambil memasang kancing kemejanya,


"perfeck, ," ucap rasya dan langsung menyambar kunci mobilnya, hari ini ia akan memulai aktifitas pertamanya menuju coffe shop miliknya,


melajukan mobilnya membelah jalan Raya, tak henti hentinya rasya menyanyikan sebuah lagu yang terdengar sangat merdu, seulas senyum tak ia biarkan luntur dari bibirnya sedikitpun,


kini mobilnya sudah terparkir rapi di parkiran coffe shop, memasuki coffe shop dengan bahagia, hal yang pertama yang ia lakukan adalah langsung memasuki ruangannya,


"Alika, bawakan sarapanku ke dalam ruanganku, " ucap rasya pada salah satu karyawannya,

__ADS_1


" iya bos, " alika langsing menyipakan sarapan bosnya dan langsung mengantarkan ke dalam ruang kerja rasya,


seperti semalam rasya kembali menghubungi ponsel nameera, namun nihil jawabannya masih sama, ponsel nameera masih tidak aktif,


"heh, menghemhuskan nafasnya panjang rasya mulai menyantap sarapan paginya yang kesiangan,


"tak mengapa, aku akan terus mencarimu dan lagi aku mengutarakan isi hatiku padamu, " selalu menyemangati dirinya sendiri, rasya selalu berharap cintanya akan di terima,


menyelesaikan sarapannya, rasya kembali memanggil karyawannya untuk. membereskan bekas sarapannya, tak menunggu lama karyawannya datang dan meja itu kembali bersih sedia kala,


tersenyum lebar sambil menarik laci nakasnya mengambil sebuah bingkai photo yang ia sembunyikan, menciumnya dengan lama, dan itu semua adalah photo nameera, dia memotret nameera saat sedang istirahat dan mengabadikannya di dalam laci nakas,


"seberat apapun perjuangan itu aku akan memperjuangkanmu dan menjadikan dirimu miliku, ya hanya miliku seorang, " ucap rasya dan kembali mencium bingkai photo yang terlihat tersenyum,

__ADS_1


rasya mengembalikan bingkai photo itu ke tempatnya, menutupnya rapat rapat bahkan ia menguncinya, kembali memeriksa semua berkas dengan fikirannya selalu membayangkan wajah cantik pujaan hatinya,


"nameera, jangan dulu aku masih bekerja, " rasya mengibaskan tangannya untuk menghapus bayang bayang nameera di fikirannya, tapi tak di pungkiri rasya terlihat sangat bahagia,


"berjuang, dan aku harap perjuanganku kali ini tak sia sia, " selalu menyemangati dirinya,


rasya keluar dari ruang kerjanya setelah semua pekerjaannya tuntas ia kerjakan, dan hal selanjutnya yang akan ia lakukan adalah pergi. menemui nameera ke rumahnya,


berjalan sambil memasang kaca matanya, semua karyawan coffe shop di buat bingung oleh bosnya, bagai mana tidak sudah beberapa hari ini rasya tak kelihatan dan sekarang apa yang terjadi dia bahkan senyum senyum sendiri sedari tadi kedatangannya,


Nindia menjulurkan tangannya ke kening Alika, " ga panas, " ucap nindi polos,


"iss paan sih lu, " ucap alika sambil menghempaskan tangan nindia

__ADS_1


"gue cuma ngecek lu kali aja ada yang salah sama pak bos, " jawab nindia polos


"gila lu ya, " alika langsung meninggalkan nindia yang masih bengong melihat kepergian bosnya itu,


__ADS_2