Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
122


__ADS_3

mobil sport zayn sudah berhenti di depan rumah kosong di mana irian dan ashila berada, jack yang sudah menunggu tuannya kini langsung mendekat dan membukakan pintu mobil untuk zayn,


"silahkan tuan, " ucap jack kemudian ia berjalan di depan tuannya,


zayn menelusik setiap bagian dari rumah kosong di mana tempat kakinya berpijak saat ini,


"itu mereka," tunjuk jack kepada empat tawanannya saat ini,


suara bariton jack sampai terdengar di telinga ashila," siapa kalian, apa mau kalian sebenarnya," ucap ashila sambil menggoyangkan badannya berharap ikatannya akan terlepas,


jack mendekat ke arah ashila, sedari tadi sebenarnya jack sudah sangat geram mendengar setiap celotehan ashila,


"Diam, " teriak jack dengan suara yang meninggi, seketika tubuh ashila jadi gemetar dan bibirnya menjadi bungkam,


"siapa kamu yang berani beraninya membentak putriku hah, " kini giliran iriana yang berteriak dengan suara yang sangat tinggi,


memang benar sih ibu mana yang tidak marah mendengar anaknya di bentak,

__ADS_1


jack kini berpindah dan mendekati iriana," siapa aku, anda yakin ingin mengetahui siapa saya," ucap jack sambil tangannya mencengkram kuat dagu iriana,


sementara zayn dia hanya bersedekap dada sambil memeperharikan jack yang tengah mengintimidasi tawanan didepannya,


iriana mengangguki ucapan jack, " sekarang jelaskan siapa kalian sebenarnya, " iriana kini kembali memberontak,


jack berdiri dan mengambil kursi kosong yang ada di pojokan dan memberikannya kepada tuannya yang tengah berdiri,


"mereka dari tadi seperti singa tuan, selalu meraung dengan intonasi tidak jelas, " lapor jack kepada tuannya,


zayn tersenyum sungging dari balik masker yang ia gunakan, matanya menatap tajam pada dua orang perempuan yang berada di depannya itu, namun tatapan zayn tak terlihat karena terhalang kaca mata hitam yang tengah ia gunakan.


"hay hay, " jack kembali mendekat ke arah iriana,


"tidak usah penasaran seperti itu dong, " ucap jack dengan suara mengejeknya,


"berhenti jangan coba coba memegang tubuhku dengan tangan kotormu itu, " iriana sudah merasa geram dengan drama yang ia hadapi saat ini,

__ADS_1


semua anak buah jack mendekat dan menunduk di hadapan zayn, " apa mereka menyakiti istriku." ucap zayn sambil tatapannya menuju dua orang suruhan ashila,


"dia mencoba menyakitinya tuan, tapi syukurlah nyonya tidak apa apa, " lapor anak buah jack,


kini zayn berdiri sambil tangannya ia masukkan kedalam kantong celana bahan yang saat ini ia gunakan, berjalan dan mendekat ke arah dua orang lelaki yang hanya di ikat dan mulutnya di tutup menggunakan lackband namun matanya tak di tutup seperti iriana dan ashila,


"Bugh,


satu bogeman mendarat di masing masing pipi ke dua anak buah ashila, "ahh, " ingin menangklis bogeman zayn namun sayang tubuhnya sudah terikat dengan kuat,


"jelaskan siapa kalian, kenapa diam saja hah,"iriana kembali berulah dan mengeluarkan suara yang sangat besar,


"Diam, " bahkan kini jack sampai menggebrak meja saking kesalnya,


"Tidak akan, " kini giliran ashila yang berteriak dengan kencang,


"plakk, " atas ijin zayn kini jack sudah berani menampar wajah iriana dan ashila,

__ADS_1


"siall, tangan kotormu berani beraninya menampar pipiku, " iriana sudah meradang,


"Bahkan aku berani lebih dari itu jika kalian tak bisa diam," jack sudah meradang dari tadi tenggorokannya seakan kelu menghadapi ke dua wanita berhati batu itu,


__ADS_2