Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
146


__ADS_3

zayn dan nameera sedang menunggu hari lahir bayi mereka, sesekali nameera menarik nafasnya dan mengeluarkannya lagi,


sudah beberapa hari ini nameera merasakan tidak puas dan nyenyak dalam tidurnya, setiap malam ia terus terusik karena bayinya yang mungkin tidak mau diam di dalam perutnya,


namun zayn dengan sigap selalu menjaga istrinya bahkan setiap malam ia ikut bergadang hanya untuk mengelus punggung dan perut istrinya supaya nameera merasa nyaman, "shhtt, " nameera kini meringis merasakan rasa nyeri di perutnya,


"sakit, " tanya zayn yang kini duduk di samping nameera,


nameera mengangguk, nameera yang posisinya saat ini sedang berbaring hendak bangun namun zayn menahan dirinya, " mau kemana, " tanya zayn, zayn sangat khawatir melihat nameera yang terlihat sedang menahan sesuatu,


"tidak ada, aku hanya jalan jalan supaya sakitnya agak sedikit berkurang, " ucap nameera sambil menurunkan kakinya dari atas ranjang,


nameera memutuskan untuk berjalan jalan hanya di dalam kamar saja, perutnya baru terasa sakit hari ini namun ia tidak mau buru buru untuk pergi ke rumah sakit, padahal suaminya itu sudah menyewa satu lantai hanya untuk dirinya melahirkan,

__ADS_1


"shtt, " nameera kembali meringis, perutnya kembali terasa sakit zayn dengan sigap menahan tubuh nameera dari belakang,


"kita kerumah sakit sekarang, " ucap zayn dan tanpa menunggu jawaban nameera, zayn langsung menggendong tubuh nameera dan membawanya keluar dari kamar,


sekertaris haikal yang memang sudah siap siaga berada di mansion lngsung berlari ke arah mobil dan membukakan tuannya pintu mobil,


zayn langsung membawa nameera masuk ke dalam mobil dan mendudukkannya, semua maid dan juga pak mus sangat khawatir semuanya terlihat cemas namun mereka semua tak luput dari doa semoga nyonya dan anaknya selamat.


"haikal lebih cepat, " geram zayn, kini tangannya menjadi sasaran nameera, nameera remas tangan suaminya agar rasa sakit yang ia rasakan bisa sedikit menghilang,


"sakit ya, " berulang kali zayn mengucapkan kata kata itu, tangannya terulur menghapus peluh yang sudah membasahi kening nameera,


"sabar sayang sebentar lagi kita sampai, " ucap zayn dengan sebelah tangannya terus saja mengelus perut nameera,,

__ADS_1


sedangkan nameera ia hanya meringis tanpa mengeluarkan kata kata, sekertaris haikal dengan pasti melajukan mobilnya, dirinya juga terlihat cemas dengan kondisi istri tuannya itu,


kini mobil yang membawa zayn dan nameera sudah sampai di halam rumah sakit, kedatangan mereka yang memang sudah di tunggu sebelumnya langaung di sambut dengan baik, nameera langsung di bawa ke atas brangkar dan masuk ke dalam rungan yang sudah di siapkan rumah sakit untuknya,


peluh di dahinya semakin menetes, ringisan nameera semakin mencekal di dada zayn, "sayang biar aku yang mengganti kamu untuk melahirkan ya, " ucap prontal zayn yang berhasil membuat dokter dan semua perawat di dalam sana tersenyun namun dari mereka semua tidak ada yang berani untuk tertawa, karena kalau itu yang mereka lakukan bisa habis diri mereka,


nameera tercengan mendengarkan ucapan suaminya, " mana bisa begitu bodoh, " jawab nameera di sela sela tarikan nafasnya, bahkan ia dengan beraninya mengatai suaminya itu bodoh,


"shtt, " nameera kembali meringis, tangan zayn kini kembali menjadi amukan nameera, ia remas kuat kuat tangan suaminya itu ,


dokter sudah berbaris begitu juga dengan para perawat, nameera memilih melahirkan jalur normal, padahal suaminya sudah memaksa untuk dirinya melahirkan jalur caesar namun nameera tidak mau mengingat dirinya oernah membaca melahirkan jalur caesar dan ia menjadi takut saat melihat banyaknya gunting dan pisau yang berjejer rapi.


"shht, sakit, " ucap nameera, zayn sudah frustasi melihat wajah kesakitan istrinya namun apa boleh buat ia tak bisa menggantikannya.

__ADS_1


__ADS_2