
tanpa basa basi saat sudah berada di ruangannya, zayn segera mengunci pintu dan menuntun nameera duduk di atas pangkuannya,
'jangan seperti ini, " cicit nameera pelan ia sangat malu jika harus seperti ini,
"kenapa sayang aku ini suamimu hem, " ucap zayn tangannya sudah tak bisa terkontrol,
"ah,, nameera mendesah kala tangan zayn sudah masuk dari balik kemeja yang ia gunakan,
."jangan, nanti ada yang melihat, " ucap nameera sambil mendorong dada bidang zayn,
"tidak ada Yang berani melihat atau mengganggu kita sayang, " belum berapa Lama zayn mengucapkan kata katanya pintu ruangannya sudah di ketuk terlebih dahulu,
. tok
tok
"shhh,, sial siapa Yang berani menggangguku, " zayn geram namun tak berniat membuka pintu ruangannya, hingga sepersekian detiknya lagi seseorang itu terus saja mengetuk pintu ruangan zayn,
"tuan ini saya, " ucap sekertaria Lisa dari luar ruangan sambil terus mengetuk pintu ruangan zayn,
"ada apa, " ucap zayn dengan nada keras dari dalam ruangannya
__ADS_1
"ini,,i,ini ada berkas penting yang belum anda tanda tangani tuan," lisa sudah gugup kakinya terasa lemas saat mendengar teriakan tuannya itu dari dalam ruangan tanpa berniat membuka pintu ruangannya,
Nameera yang masih berada di pangkuan zayn terus saja meronta ingin di turunkan tapi zayn tak mau melakukan itu tangannya yang sudah berada di dalam kemeja nameera harus ia keluarkan dan membawa nameera menuju kamar minimalis yang berada di dalam ruang kerja zayn,
zayn akhirnya membuka pintu dan sekertari lisa langsung masuk, tanpa basa basi lagi sekertaris lisa langsung keluar dan sedikit berlari meninggalkan ruang kerja zayn,
"heh, lisa mengatur nafasnya dan menyeka keringatnya yang bercucuran membasahi dahinya,
zayn kembali mengunci pitu ruangannya lagi Dan berjalan menuju rungan minimalist dimana nameera berada,
hawa panas memenuhi ruangan itu, nameera semakin memundurkan langkahnya tatkalq zayn berjalan mendekatinya,
"ah sial, " gumam nameera di saat langkahnya sudah terhenti karena terpentok dinding,
"ini Yang aku tidak inginkan di saat dekat dekat denganmu, " gumam nameera sambil menundukkan pandangannya,
zayn sudah melepaskan jasnya, dasinya sudah ia longgarkan dan lengan tangannya sudah ia naikkan,
tanpa basa basi zayn langsung menggendong nameera ala bridal style Dan di rebahkan di atas ranjang,
zayn mengungkung nameera dengan tangan nameera di naikkan ke atas keplanya,
__ADS_1
"apa Yang kau lakukan, " cicit nameera pelan
"aku tidk melakukan apa apa sayang, aku hanya merindukanmu, " zayn mengedipkan sebelah matanya menvoba menggoda istrinya itu,
jantung nameera sudah bergemuruh seperti ingin loncat Dan keluar dari dalam tubuhnya, jangan tanyakan wajahnya Yang sudah sangat merah seperti udang rebus,
nameera mengalihakn pandangannya, ia tak mau Lama Lama menatap suami mesumnya itu,
"lihat aku sayang, " ucap zayn Yang memegang dagu nameera agar melihat dirinya,
"apa, " ucap nameera ingun meleoaskan dirinya namun tak bisa karena tangannya sudh di cengkram zayn terlwbih dahulu,
"cup,
satu kecupan mendarat di kening nameera,
"lepaskan aku, " ucap nameera memberontak,
zayn tak mau report report mendengarkan ucapan nameera, kini bibirnya sudah menempel di bibir ranum milik nameera,
nameera memberontak ia menggigit bibir zayn dengan keras "akh, " zayn melepaskan ciumannya karena bibirnya terasa nyeri akibat gigitan nameera, bibir zayn mengeluarkan darah ,
__ADS_1
"sayangku kenpa ganas sekali, pelan pelankan bisa, " ucap zayn sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda nameera, namun tak di pungkiri bibir zayn terasa perih