Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
99


__ADS_3

Jack mengeluarkan ponselnya, setelah mendapatkan jawaban dari seberang sana Jack langsung membuka gerbang mansion Dan mempersilahkan dua orang Yang sedari tadi berdiri itu untuk masuk,


"silahkan nyonya, " ucap Jack


iriana memapah ashila untuk masuk ke dalam mansion pak mus sudah membuka pintu mansion dengan lebar senyum di bibirnya tak kalah lebar menyambut dua orang itu,


pak mus langsung mempersilahkan ibu iriana dan ashila,


"terimakasi, " ucap iriana sambil tersenyum manis


pak mus hnya memangguk dan meninggalkan iriana dan ashila di ruang tengah,


bi sumi dengan senang hati menyambut ke dua orang itu, sambil membawa nampan di tangannya yang berisi minuman dan cemilan,


"enak juga ya ma jadi orang kaya, " ucap ashila sambil menyeruput minuman yang sudah di hidangkan di depannya,


"tau kyak gini ashila nyesel banget nolak waktu itu, " wajah ashila cemberut


"tenang saja sayang, sebentar lagi kamu akan gantikan posisi ai sialan itu, " seringai licik tampak terbit di Netra ke duanya,


mereka berdua memang sama sama llicik dalam hal materi, tak memandang lawan, dan sama sekali tak memiliki hati nurani,


🌷🌷


sedangkan jauh di seberang sana rasya terkihat sedang bersedekap dada di depan gerbang yang menjulang tinggi, harapannya sia sia, ingin menjmpai sang pengisi hati namun sayang seribu kali sayang,


gerbang itu lagi lagi terkunci, netranya berkeliaran mencari sesuatu namun sama sekali tak menemukan apa yang ia cari,

__ADS_1


"sebenarkan kamu kemana ra," ucap raysa sambil memegangi gerbang rumah nameera,


menghela nafasnya dengan kasar, lagi lagi rasya merasakan kecewa yang amat sangat dalam,


rasya memasuki mobilnya, mengendarai dengan laju yang sangat cepat, entah kemana tujuannya saat ini "hah," rasya memukul stir mobilnya


gusar yang saat ini ia rasakan, rasya memberhentikan mobilnya di tepi danau dan berjalan ke arah bangku yang berada di bawah pohon rindang, udara siang yang panas namun terasa sejuk di siang hari ini,


tersenyum miris," apa aku harus menyerah," ucap rasya sambil memegangi kepalanya,


"No, aku tidak mungkin menyerah dan aku tidak mau menyerah," rasya mengangkat kepalanya bermonolog dengan dirinya sendiri,


"lagian untuk apa aku menyerah, ini hanya masalah waktu, dan aku akan menunggu sampai waktu akan membawa nameera menjadi milikku, ya hanya milikku," rasya tersenyum seakan akan ia bagaikan orang gila yang sudah tersenyun sendiri di siang hari,


bermonolog sendirian, mengomentari dirinya, dan menyemangati dirinya, hanya itu yang bisa rasya lakukan untuknya dan hatinya saat ini,


mencari keberadaan nomor ponsel fitri dan langsung menghubunginya,


tut,


tut


"ah, syukurlah ponselnye menyambung," senyum rasya semakin bangkit," semoga ini awal yang baik untukku menemukanmu," batin rasya,


……


drtt,,

__ADS_1


fitri yang mendengar ponselnya berderring langsung menjawabnya saat tahu siapa yang menghubunginya,


"Rasya, tumben banget ni anak, " ucap Fitri,


"halo, fit, ada yang mau gue tanyain sama lu, " ucap rasya begitu ponselnya tersambung,


"paan lu, tumben banget," ucap fitri


"gue mau tanya, lu tau ga nameera tinggal di mana, soalnya udah dua hari gue cari ke rumahnya tapi ga ada, gerbangnya di gembok pula lagi," rasya menghembuskan nafasnya sambil menceritakan semuanya kepada fitri,


"buset, mau jawab apa gue, ga mungkin kan gue kasi tau rasya, nameera udah nikah," batin fitri, fitri terlihat gusar, pasalnya ia tahu kalau rasya suka sama nameera sejak lama



cocok ga nih kalau jadi babang rasya


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


hay hay, terimakasi untuk para readers Setia yang udah nyempetin diri buat mampir ke novel abal abal ini,


jangan lupa like, coment, vote, kasi hadiah, tambah ke favorit, agar othor makin semangat untuk ngetik,


selalu dukung karya karya author ya,


jangan lupa follow akun ig @cubby279


akun ini masih kosong jadi mohon bantuannya agar di follow,

__ADS_1


terimakasi 🙏🙏🙏


__ADS_2