
Nameera masih saja terisak di antara lututnya, "Maaf jika aku memaksamu, "ucap zayn yang tak tega melihat nameera menangis karena ulahnya, melihat zayn yang sudah bangun dari duduknya nameera mencari celah agar bisa kabur dari kamar lucnutt ini,
dengan hati² nameera berdiri walaupun kakinya terasa lemas, dan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir, ia berjalan pelan dan untung saja kamar minimalis tempatnya itu tak terkunci sama sekali, Nameera berlari sambil mengusap air matanya, zayn yang melihat nameera berlari langsung mengejarnya,"akh sial kenapa aku tak mengunci pintu ruanganku," ucap zayn frustasi.
sekertaris lisa yang baru kembali ke ruangannya sehabis menghadiri meeting menjadi bingung, pasalnya yang keluar itu orang lain dan bukan Nissa selaku kekasih zayn,"siapa perempuan tadi kenapa menangis keluar dari ruangan pak bos,"gumam lisa dalam hati.
zayn membuka pintu ruangannya sambil berteriak "sayang tunggu,"ucap zayn yang membanting pintu ruangannya keras karen pruatasi.
Nameera terus saja berlari menyusuri anak tangga tangisannya semakin pecah,rasa takutnya kembali membuncah,"kenapa ini semua terjadi kepadaku,"gumam nameera sambil terus menyusuri tangga perusahaan.
__ADS_1
zayn langsung masuk ke dalam lift untuk segera sampai di lantai bawah, dan benar saja zayn sampai terlebih dulu dari Nameera.
Nameera diam mematung di saat sampai di lobby kantor, dia mengusap air matanya yang tak mau berhenti sedari tadi, zayn yang berada di depan nameera mencoba mendekatinya, namun nameera memundurkan langkahnya di saat zayn terus maju mendekatinya, resepsionis yang merjaga di depan dan para pegawai menjadi bingung dengan penglihatan mereka,
"hey sayang, jangan begini ya,, ok ok,, aku minta maaf padamu, " ucap zayn sambil merentangkan ke dua tangannya ke arah nameera
Nameera menjatuhkan tubuhnya ke bawah, dia berlutut sambil menangis, "wow,, siapa wanita itu, "gumaman seluruh pegawai perusahaan
zayn duduk berlutut di depan nameera, "Baiklah sekarang kita pulang, dan kamu harus ikut, " zayn berbisik di telinga nameera.
__ADS_1
Nameera tak mau ikut, dia sangat takut jika hanya berduan dengan zayn, isakannya sudah tak terdengar namun air matanya masih menetes, nameera masih takut dengan apa yang baru saja terjadi dengan dirinya,
Zayn yang melihat nameera tak mau bangkit akhirnya, merentangkan ke dua tangannya dan tanpa aba² langsung saja zayn menggendong nameera ala bridal style, "siapkan mobilku, "ucap zayn dan langsung saja sekertaris haikal menyiapkan mobil tuannya dan membukakan pintu mobil,
Nameera memberontak di dalam dekapan zayn yang menggendongnya, "turunkan saya, "ucap nameera sambil terus menangis, zayn tak peduli "kau akan terjatuh jika terus begini, "ucap zayn yang sudah terlihat kesal
"kau tidak usah ikut, diamlah di perusahaan, "ucap zayn yang langus menjatuhkan nameera di kursi depan,
drtt drttt,,,,
__ADS_1
Bunyi ponsel nameera yang berada di dalam tas yang tertinggal di kamar ruangan zayn.
zayn melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sambil melirik nameera yang sedang membuang pandangannya ke luar jendela.