
nameera menuruni tangga satu persatu dan langsung duduk di hadapan kedua orang yang telah menghancurkan hidupnya,
"sayang, mama kangen sama kamu nak, " ucapan membual itu kini terdengar jelas di telinga nameera,
bukannya merasa senang nameera malah merasa jijik dengan ucapan ibu tirinya, saat ini,
sedangkan ashila masih memikirkan bagaimana rencananya akan berjalan hari ini juga, ia sengaja berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah nameera yang kini sudah duduk di hadapan mereka berdua,
ashila ikut duduk di sebelah nameera seraya tangannya memegang bahu nameera,
"tinggalkan tempat ini, " bisik ashila pelan di telinga nameera agar tak terdengar,
bukannya marah nameera malah membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan saudari tirinya itu,
nameera terkekeh sambal menjatuhkan tangan ashila dari bahunya, " untuk apa," tanya nameera yang kini menatap mata ashila dengan tajam,
"aku menginginkan zayn, " ucapsn singkat ashila berhasil membuat emosi nameera naik namun ia tetap santai
__ADS_1
Nameera memutar bola matanya malas, " tidak mau, " nameera juga menjawabnya dengan singkat,
"oh ya, " ashila kini mencengkram kuat bahu nameera
"jangan coba coba bermain denganku nameera " ashila berhasil membuat nameera meringis kesakitan karena kukunya yang tajam berhasil menembus piyama yang di pakai nameera dan melukai bahu putih mulus nameera
"aku tidak bermain main denganmu, lihatlah aku hanya sedang duduk saja dan tidak berbuat apa apa, " jawaban nameera terlihat santai. dan itu berhasil membuat mata ashila melototnya, sedangkan bahu nameera sudah terasa sangat panas dan sakit,
"kalau begitu tinggalkan rumah ini, " ashila sudah sangat geram dengan jawaban jawaban nameera
mama iriana hanya diam saja saat melihat anaknya menyakiti nameera, ia sama halnya dengan ashila yang sama sama sangat membenci nameera dari dulu,
kini mama iriana juga ikut duduk di sofa tempat nameera duduk dan membiarkan nameera duduk di tengah mereka,
"ikuti saja ucapan ashila, " timpal mama iriana yang kini sudah duduk di smping nameera,
haha, nameera tertawa di depan ibu dan saudari tirinya, "untuk apa aku mengikuti ucapan kalian berdua, dan apa keuntungan yang akan aku peroleh jika perkataan kalian itu aku turuti, " kini nameera berdiri dan berpindah tempat duduk dari dua orang yang sama sekali nameera tidak sukai,
__ADS_1
belum sempat menjawab, zayn sudah berdiri sambil berdehem, "sayang, " ucap zayn manja dan mencium pipi istrinya di saat sudah mendaratkan dirinya duduk di sebalah nameera,
"sudah lama, " ucap zayn memecah keheningan antara ibu dan anak yang terlihat saling mendiami,
mereka berdua hanya menggeleng sambil tersenyum, ashila yang sudah berdandan sangat cantik dan penampilan sangat wow, sudah siap untuk menggoda zayn,
ashila memamerkan senyum termanisnya saat sedang berada di hadapan zayn, namun sayang zayn sama sekali tak tergoda ia malah mencium punggung tangan istrinya,
"zayn, " ucap ashila
"em, " zayn kini melihat ke arah ashila yang memanggil dirinya,
"aku ingin bekerja di kantormu, " ashila sengaja berbicara seperti ini, dan semoga saja zayn mengijinkannya, dan jika itu terjadi maka ashila akan leluasa untuk menggoda zayn
"em, sepertinya tidak bisa, karena kuota kantor sudah penuh dan sudah terisi semuanya, jadi kau tak bisa bergabung, " ucap zayn dan itu berhasil membuat ashila menciut,
"apa, dia menolakku, awas saja aku akan pastikan kau bertekuk lutut padaku, " gumam ashi sambil mengepalkan tangannya
__ADS_1