
"mas, diam aku mau tidur, tolong ya tangannya di kontrol, " bahkan kini nameera merubah posisinya ingin membelakangi zayn, namun sebelum itu terjadi zayn lebih dulu menahan nameera agar tak bisa berbalik, "diam, atau aku naik sekarang dan ku habisi dirimu sayang, " bisikan zayn seakan menghunus nameera,
"ish, kenapa cintaku ini semakin hari ucapannya tak bisa ia jaga hem, " ucao nameera kesal apalagi saat melihat suaminya itu mengedipkan sebelah matanya dengan nakal,
"aku mencintaimu jangan lupakan itu sayang, " bisik zayn dengan nada penuh cintanya,
"dan aku tahu akan hal itu sayangku," balas nameera dengan sedikit memberikan kecupan singkan di bibir suaminya, " aku juga mencintaimu lebih dari itu, " ucap nameera dengan jari yang mengusap bibir suaminya bekas ciumannya tadi,
"sayang jangan memancingku, aku bisa sqja kepas kendali jika tidak mengingat oesan dokter, " ucap zayn dengan sekuat tenaga menahan hasratnya,
"itu deritamu sayang, " ejek nameera ia selalu merasa menang tatkala zayn tak bisa melancarkan aksinya seperti dulu karena sekarang ia tak bisa bermain sering sehari cukup sekali itu pesan dokter melysha padanya,
__ADS_1
"untung aku mencintai mu jika tidak," zayn tak meneruskan ucapannya.
"jika tidak kenapa hem, apa yang akan kamu lakukan padaku, " tanya nameera mode bad moodnya kini sudah mulai on, ibu hamil yang satu ini memang kerap kali berubah modnya, bahkan kini ia susah duduk di samping suaminya,
"tidak ada sayang, aku hanya salah bicara tidur lagi ya, " sekarang zayn sudah merutuki dirinya sendiri salah bicara langsung fatal,
nameera sudah merajuk ia juga bingung dengan dirinya sendiri mengapa akhir akhir ini mode kesal dan tersinggung seringkali mendatanginya padahal ia yang dulu tidak seperti ini, apa semua ini berkaitan dengn baby yang ada di dalam perutnya mungkin saja begitu,
"apa kamu mencintainya mas, " ucap nameera dengan tangan yang mengelus rambut suaminya, mode bad modnya sudah mencair hanya dengan sentuhan cinta suaminya,
"aku mencuntainya dan mencintai dirimu sayang, hanya kau dan dia dan tidak ada yang lainnya, " bisik zayn dan mencium kening nameera,
__ADS_1
"aku juga mencintai kamu mas, " nameera menghamburkan pelukannya, kini ia sudah mendapatkan semua jiwa dan raga suaminya bahkan rasa cinta zayn untuknya melebihi apapun,
"sekarang tidur ya, " zayn melepaskan pelukan istrinya dan membaringkan nameera kembali, malam ini mereka berdua tertidur dengan saling berpelukan,
pagi seperti biasa nameera akan menghadapi morning sicknes dengan muntah muntah dan kepala pusing, padahal perutnya sudah membuncit namun rasa yang ia terima saat ini tak kunjung hilang, zayn yang baru saja terbangun langsung berlari ke kamar mandi melihat kondisi istrinya.
"sayang, " zayn langsung memijit tengkuk nameera sperti pagi biasanya, ia tak tahan melihat kondisi nameera saat ini namun apalah daya zayn sudah konsul ke dokter melysha namun memang begini semua ibu hamil pasti merasakannya,
"sudah, " tanya zayn yang kini menopang tubuh nameera yang sudah terasa lemas, dan itu yang membuat zayn semakin over protektif pada istrinya, nameera mengangguk zayn langsung menggendong tubuh nameera dan membawanya kembali ke atas ranjang.
,
__ADS_1