Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
133


__ADS_3

rasya sama sekali tak bisa memejamkan matanya, ucapan mamanya masih menari nari di ingatannya, " Menikah, " rasya bahkan mentertawai dirinya,


"jika saja nameera belum menikah maka aku yang akan menikahinya, ahh, sial sial, " rasya geram sekaligus marah, bahkan dirinya sampai meremas rambutnya sendir,


malam sudah semakin larut namun tak melarutkan seorang lelaki yang sedang duduk di atas kasur entah apa yang dia perbuat, rasya duduk mematung sambil selonjoran.


"Menikah, ah kenapa harus ada kata menikah, dan kenapa aku rasanya benci dengan kata kata itu, memangnya siapa yang menciptakan kata menikah itu, " racau rasya bak orang gila.


memang berteman dengan fitri membuatnya semakin gesrek, apalagi kalai dia sudah di hadapkan dengan dua teman fitri yang lainnya yaitu andre dan dilla ah semakin gila fikirannya,


"Nameera, " untung saja kamar rasya kedap suara sehingga sebesar dan sekeras apapun ia berteriak takkan ada orang yang mendengarnya,


"siapa, lelaki yang telah berani menikahimu itu, ingin sekali aku memotong kakinya, " kata kata rasya sudah sangat tidak masuk akal,

__ADS_1


memotong kaki zayn, sebelum itu terjadi malah rasya yang akan di penggal lehernya,


mengacak acak rambutnya, memberantakkan kamarnya dan ia rapikan kembali, rasya sudah bak cacing kepanasan, "ah, aku benci semua ini, " Bahkan kini poselnya yang akan menjadi korban namun ia urungkan mengingat ponselnya itu banyak sekali hal hal penting di dalamnya


"aku bisa rugi kalau ini yang rusak, " bisiknya dan kembali meletakkan ponselnya di atas meja samping ranjang, rasya kembali memungut selimut yang telah tergoyak begitu saja di atas lantai,


isi otaknya saat ini hanya dua yaitu ucapan mamanya dan nameera wanita yang masih bertahta di hatinya.


sedangkan di kamar sebelah terlihat dua manusia paru baya yang sedang duduk di atas ranjang dan satunya lagi duduk di depan meja rias,


sedangkan yang di tanya ia malah tersenyum sambil melirik ke arah suaminya, " ya enggak lah pa, mama itu cuma bercanda, " ucap mama rasya sambil melanjutkan ritual memoles wajahnya,


"loh terus tadi, " ucap tuan surya ia kini di buat bingung dengan ucapan istrinya itu,

__ADS_1


"papa tau, mama sebenarnya udah pergoki rasya di apartemnnya sambil senyum sendiri, kaya nya nih ya anak itu udah punya pacar, dan kenapa mama bilang kaya gitu supaya rasya secepatnya mengenalkan pacarnya sama kita, " ucap panjang lebar nyonya Lau sambil tangannya asik bergeria di wajahnya,


tuan surya hanya mengangguki ucapan istrinya, " ah, udah lah papa capek, " guan surya langsung berbaring dan memejamkan matanya,


merasa belum puas nyonya Lau mengambil ponselnya," ingat ya, jika dalam minggu minggu ini tidak juga maka, " tulis notif nyonya Lau dan langsung mengirim nya ke ponsel rasya,


thing,,


rasya yang masih asik selonjoran kini harus terganggu dengan suara notif yang masuk ke dalam ponselnya,


"ahhhh, " setelah membuka notif yang masuk rasya kembali menghempaskan ponselnya dan berterik dengan kencang,


"mama, ishh, " rasya sangat geram bahkan jika bisa ia ingin mengilang saja,

__ADS_1


"jika aku bilang aku tidak mau menikah, mama akan bilang apa padaku, " menggerutu sendiri di dalam kamarnya, namun jika saat berhadapan rasya sama sekali tak berani membantah setiap ucapan nyonya Laura.


__ADS_2