Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
135


__ADS_3

entah mengapa saat ini nameera sedang mendusel kepalanya di dada suaminya, "nyaman, " ucap zayn sambil tersenyum melihat tingkah manja istrinya, namun entah apa yang membuat nameera bertingkah seperti layaknya anak kecil.


sedangkan sekertaris haikal, hanya bisa tersenyum melihat tingkah tuan dan nyonya nya itu, "syukurlah aku ikut bahagia, " batin sekertaris haikal,


mobil masih melaju membelah jalan ramai yang sudah agak sedikit macet karena banyaknya kendaraan yang melalu lintas,


nameera tak hanya mendusel bahkan kini ia memeluk tubuh suaminya seakan tak mau lepas, kepalanya ia sandarkan di dada suaminya dan jangan tanyakan bagai mana rupa stelan jas yang zayn pakai itu sudah sedikit kusut akibat perbuatan istrinya,


Nameera juga sedikit bingung dengan aksinya kali ini ia ingin melepaskan dekapannya tapi seakan hatinya tak menerima itu, ia ingin seperti ini entah sampai kapan ia akan berhenti,


mobil terus melaju dengan kecepatan yang berubah ubah, dan kini mobil yang di kendarai sekertaris haikal sudah berhenti sempurna di depan perusahaan milik zayn, sekertaris haikal dengan sigap membukakan tuan dan nyonya nya pintu mobil.


Nameera terlihat seakan tak bersemangat pagi ini, wajahnya terlihat kusut dan sedikit memucat zayn langsung mendekati istrinya yang masih diam mematung, " pulang saja ya, " tawar zayn sedangkan nameera ia hanya bisa menggeleng, ini adalah hari terakhirnya magang dan ia tak boleh menyianyiakannya.

__ADS_1


"tapi sayang, lihat dirimu wajah mu terlihat memucat, atau sebaiknya kita ke dokter terlebih dahulu ya, " tawarnya lagi sambil merangkul bahu nameera, sedangkan nameera ia kembali menggeleng tangannya melepas rangkulan suaminya.


"ini hari terakhir ku magang," ucapnya sambil memandang wajah suaminya, zayn hanya bisa menghela nafasnya tak bisa membantah ucapan nameera,


mereka berdua kini memasuki lobby kantor dengan sekertaris haikal berada di belakang mereka berdua, "pagi presdir, " sapa hangat semua pegawai perusahaan, tak lupa ke tiga sahabat nameera sudah berdiri sedari tadi menunggu ke datangan dirinya,


"siapa sebenarnya perempuan magang itu, kenapa begitu lengket dengan presdir, atau jangan jangan dia adalah perempuan penggoda yang sengaja datang lalu menggoda presdir" gerutu salah satu pegawai yang kebetulan ucapannya di dengar langsung oleh telinga zayn,


semua pegawai menunduk termasuk yang menggerutu dan memaki nameera walau hanya di dalam hati, " apa kalian tidak punya telinga, aku bilang ulangi ucapan yang baru saja aku dengar, " suara zayn tak kalah kerasnya dari ucapannya yang pertama,


"haikal, kau urusi siapa saja orang yang telah berani beraninya berucap seperti tadi, " ucap zayn kembali melangkahkan kakinya sambil tangannya kini merangkul bahu nameera,


"zayn, " teriak seorang wanita dari luar perusahaan yang telah di cegat dan tak di biarkan masuk ke dalam

__ADS_1


zayn menghentikan langkahnya, nameera melepas rangkulan zayn dan bergabung ke arah ke tiga sahabatnya,


"zayn, " lagi teriakan itu terdengan dengan suara yang tak kalah besarnya, sedangkan zayn ia belum menoleh ke belakang karena kini netranya sedang pokus menatap istrinya yang telah berani beraninya melepas rangkulan tangannya.


zayn sudah hafal dengan suara yang tengah memanggil dirinya dari luar, ah suara yang sudah ia benci dan tak sukai namun sial ia pernah tertarik bahkan pernah sama sama saling cumbu,


baru saja nameera bergabung dengan ke tiga sahabat gokil nya itu, entah mengapa tiba tiba kepalanya oleng terasa pusing dan Bruggh, ia terjatuh untung saja fitri langsung menahan tubuh sahabatnya sehingga nameera tak membentur lantai.



jangan lupa dukung karya othor ya


terima kasi 😊🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2