
tak puas dengan tamparan kini tangan nissa bergerak untuk menjambak rambut nameera, namun sebelum itu terjadi tangan Andre sudah lebih dahulu menghalanginya,
"apa yang kau lakukan, " geram Andre sambil menghempaskan tangan nissa dengan kasar,
mendengar semua penderitaan yang nameera alami Amarah Andre kini sudah memuncak, tak terima tangannya di hempas begitu saja kini kembali nissa ingin menampar nameera,
tangannya terlihat melayang di udara dengan siap akan mendaratkan tamparannya, nameera terlihat sangat ketakutan saat melihat amarah di raut wajah nissa,
"apa yang telah aku perbuat padanya sehingga dia begitu terlihat marah padaku, " nameera hanya berani bergumam sambil memegang pipinya yang masih terasa panas akibat tamparan keras nissa,
"jangan gila, " kini giliran dilla yang geram melihat tingkah nissa yang se enaknya ingin menampar nameera,
"jangan ikut campur aku tidak ada urusannya denganmu, " amarah nissa sudah terlihat memuncak,
"jangan kalian semua coba coba untuk melindungi wanita murahan seperti dia, " tunjuk nissa tepat di depan wajah nameera,
__ADS_1
"wanita murahan, siapa yang dia bilang seperti itu, " lagi lagi hanya gumaman tanpa berani mengeluarkan suaranya,
Netra hitam yang melihat serta mendengar apa yang di ucapkan wanita itu hanya bisa mengepakkan tangannya hingga persekian detik melihat tangan yang melayang di udara dan begitu siap ingin menampar wajah cantik itu lagi,
"jauhkan tangan kotormu itu, " suara itu terdengar begitu menggema di lobby perusahaan,
ya zayn hendak melakukan meeting di temani dengan sekertaris haikal tiba tiba menghentikan langkahnya di saat mendengar seorang wanita yang sudah berani beraninya menghina istrinya dengan sebutan wanita murahan, dan apa yang zayn lihat lagi sebuah tangan yang melayang di udara dan siap untuk mendaratkan tamparannya,
zayn berjalan mendekat dan melihat nameera sedang memegang pipinya, "sayang, " ucap nissa hendak menghamburkan pelukannya
namun apa yang ia dapat, tangannya malah di tepis dengan kasar oleh zayn sebelum bisa memeluk tubuh kekar milik zayn,
"hey sayang, " ucap zayn sambil menangkup ke dua pipi nameera dengan tangannya,
ketiga sahabat nameera hanya bisa menganga melihat adegan di depan matanya, tak hanya mereka semua pegawai yang ada di lobby tak kalah terkejutnya,
__ADS_1
"bisa bisanya tangan kotormu itu menyentuh barang berharga milikku, " ucap zayn dengan nada tinggi dan tatapan tajam menghantui nissa,
"sayang apa yang kau katakan, " ucap nissa mencoba meraih tangan zayn,
"jangan coba coba mulut kotormu itu menyebutku dengan sebutan yang sangat menjijikan seperti itu, " geram zayn sambil merangkul nameera,
"apa sakit, " ucapan zayn kini melembut saat berhadapan dengan istrinya sambil melepaskan tangan nameera dari pipinya,
"sayang apa yang telah wanita murahan ini lakukan sehingga kau begitu peduli padanya," tak tahukah ucapan nissa itu membuat zayn semakin emosi,
"pergi dari sini, " zayn merendahkan suaranya, sambil terus mengelus pipi mulus istrinya,
"tidak sayang, " nissa masih tidak mau beranjak pergi dari tempatnya berdiri,
"satpam, usir wanita ini dan jangan sekali kali izinkan dia untuk memasuki perusahaan milikku, " geram zayn dan langsung membawa nameera pergi,
__ADS_1
"haikal kau urus meeting hari ini," ucap enteng zayn, dan langsung menarik nameera menuju lift khusus presdir
semua pegawai di buat menganga saat lagi lagi mendengar ucapan presdirnya, " apa, peserta magang itu istrinya presdir bagai mana bisa, " ucap resepsionis dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari sekertaris haikal,