Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
120


__ADS_3

Rasya melajukan mobilnya dengan kecepatan Yang sangat kencang, kini ia frustasi beberapa kali tangannya memukul stir mobil dengan keras,


"aaaaah," Rasya berteriak d engan kencang sambil kakinya terus menambah laju cepat mobilnya,


"ini tidak adil, " racau rasya bahkan kini ia sudah mengendarai mobilnya dengan ugal ugalan,


Dan ia berhenti di tempat biasa, "Ra, kmu tega sama aku, " rasya berteriak dengan sekencang kencangnya


danau hijau menjadi saksi bisu keterpurukan seorang Rasya, "jadi ini alasan kamu mebghindar dari aku, " racau rasya fikirannya kembali melayang Dan mengingat waktu di mana ia mengutarakan hatinya Dan saat itu juga nameera berlalu pergi tanpa kata,


"hati aku sakit ra, bahkan sekarang seakan tak lagi ada rasanya, " rasya sudah seperti orang Yang kehilangan arah,


"jangan bilang fitri tau semua ini lagi, " tebak rasya, Dan ia langsung mengeluarkan ponselnya,


"kemu harus jelasin semuanya fit, " rasya langsung mendile nomor ponsel fitri Dan langsung menghubunginya,


drt,,,


ponsel fitri berdering,


fitri mengambil ponselnya "rasya, " ucapnya Dan langsung menjawab panghilan masuk dari rasya,

__ADS_1


"iya, " ucap fitri


"jangan bilang kalau lu udah tau nameera nikah, " tho the point rasya,


deghh,


fitri terdiam Ia bingung mau menjawab rasya bagaiman,


"jawab, "ucap rasya ia sudah meninggikan suaranya,


"gue yakin dengan lu diem terus kaya gini berarti lu udah tau semuanya, Dan dengan teganya lu nyembunyiinnya dari gue, " rasya terus meraca melalui sambungan ponsel,


rasya langsung saja memutuskan sambungan ponseknya Dan sengera ia share lock tempatnya berada sekarang ke fitri,


"mampus, gue lagi Yang kena imbasnya, " ucap fitri sambil menepuk jidatnya,


thing,


.satu not if masuk ke dalam ponsel fitri Dan itu adalah lokasi di mana rasya berada,


"harus dateng, kalau gak dateng bisa mati kena amukan gue dari rasya, " ucap fitri dn langsung menyambar tasnya,

__ADS_1


sebelum berngkat fitri sudah memesan ojek online terlebih dahulu agar memudahkan perjalanannya,


"Nasip gue gini amat yah, " fitri berdiri di depan rumahnya sakbil menubggu ojek pesanannya,


"mba fitri yh, " ucap kang ajek online


fitri mengangguk Dan segera naik, butuh bperjalanan beberaoa menit Dan kini fitri sudah sampai di tempat rasya berada,


fitri berjalan sambil celingak celinguk mencari keberadaan rasya, " nah tu dia anaknya, " ucap fitri sambil berjalan ke arah rasya,


"frustasi amat lu, " gumam fitri di dalam hatinya kakinya terua menyusuri rerumputan hijau Yang menjadi alas taman di danau hijau,


"hey, " sapa fitri saat sudah sampai di hadapan rasya,


" sini cepetan lu duduk, " rasya bahkn sampai menarik tangan fitri hingga terjerambat Dan langsung duduk di atas bangju tanpa aba aba,


"pelan dikit napa lu, kasar amat ama cewek, " gerutu fitri


"gausah basa basi lu, lu tau kan nameera udah nikah terus ngapa lu ga ngomong ama gue, terus kapan dia nikah, dan kenapa dia bisa nikah secepat ini pasalnya nih ya gue tau sendiri karena dia udah nglmong kalau dia belum mau nikah kalau belum lulus kuliah, " sejumlah pertanyaan Yang rasya lontarkan kepada fitri,


Bahkan fitri sampai menutup telinganya, karena pertanyaan rasya yang tak bisa ia jawab satu satu,

__ADS_1


__ADS_2