Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
92


__ADS_3

fitri menarik kursi Dan langsung mendudukkan nameera di sana,


"maaf, " satu kata lolos begitu saja dari mulut nameera,


"kami tidak butuh maaf kamu Ra, Yang kami butuh itu kejelasan dari apa yang kami lihat, " ucap dilla pelan agar rekan kerja Yang lain tidak terganggu,


Nameera sudah terisak air matanya lolos begitu saja membasahi pipinya,


"Dan waktu Yang aku takuti akhirnya datang juga, " gumam nameera dalam isak tangisnya,


"apa ini waktunya mereka tahu semuanya,??


"tapi aku belum siap menjelaskannya,,


"Baiklah jika kamu tidak mau menjelaskannya ,ok, nggak apa apa, tapi maaf setelah ini ku mohon kamu jangan pernah mencari aku lagi," ucap dilla sambil bangkit dari duduknya,


Nameera yang melihat itu langsung menggenggam tangan dilla, sambil ikut berdiri,


"maaf, maafkan aku," tanpa basa basi nameera langsung memeluk sahabatnya itu,


"aku bilang, aku tak butuh maaf mu, yang aku butuhkan kejelasan dari ini semua nameera," ucap dilla mencoba melepaskan pelukan nameera,

__ADS_1


"aku sudah menikah dengannya," ucap nameera sambil terus mendekap dilla sahabatnya,


ketiga sahabatnya itu menganga dan membelalakkan matanya," apa kamu bilang, menikah," ucap dilla sambil menghempas tubuh nameera, dan nameera hanya mengangguk,


"kamu jelasin semuanya," fitri tak kalah kaget mendengar ucapan sahabatnya itu,


kini mereka ber empat sudah duduk dengan tengan wajah nameera sudah memerah akibat tangisannya,


"sejak kapan kamu menikah??


"bagai mana bisa kamu menikah dengannya?


berbagai pertanyaan kini terlontar dari mulut sahabat sahabatnya itu,


dilla dan fitri langsung mendekap sahabat karibnya itu,


"kenapa ga pernah cerita sama kita," ucap dilla yang juga ikut menangis setelah mendengar cerita menyedihkan sahabatnya itu,


"aku ga mau buat kalian kepikiran dengan masalahku sendiri," ucap nameera


"hey kami ini sahabatmu dan bukan orang lain, jadi sebesar apapun masalah yang kamu hadapi ceritalah pada kami," kini fitri mengusap punggung sahabatnya itu,

__ADS_1


"dan apa kamu bilang tadi, kamu di jadikan penebus hutang sama tante iriana," Nameera mengangguk membenarkan ucapan dilla,


"aku fikir selama ini dia orang yang baik nyatanya aku salah," ucap Andre sambil bersedekap dada,


"dan kamu berhenti bekerja dari coffe shop rasya juga karena suami kamu itu," nameera juga mengangguk membenarkan ucapan dilla,


"kamu tau Ra kemarin rasya menghubungi aku dan bertanya tentangmu dan kamu juga tau semalaman penuh dia berdiri di depan gerbang rumahmu," cerita fitri panjang lebar,


"maaf sya maafkan aku," gumam nameera di dalam hatinya


sedangkan di lobby perusahaan terlihat seorang wanita sedang mengamuk di depan resepsionis karena di larang masuk dan bertemu dengan presdir,


"hey, kamu tahu kan aku ini siapa," ucap nissa sambil membesarkan suaranya,


"maaf nona tapi ini perintah bahwa nona di larang menemui presdir," ucap resepsionos jesy takut takut,


pasalnya jesy tahu bahwa nissa adalah kekasih hati presdirnya namun ia juga tidak tahu mengapa saat ini nissa di larang menemui presdirnya, bukannya dulu jika nissa datang selalu langsung melenggang masuk ke ruangan tuan zayn,


jam istirahat kantor sudah tiba nameera sudah berhenti menangis kini mereka berempat akan pergi untuk mengisi perut mereka di saat jam istirahat seperti ini,


baru saja sampai di lobby lagi lagi nameera harus di kejutkan dengan sebuah tamparan keras di pipinya,

__ADS_1


"plakk,"


"aww,,ringis nameera sambil memegangi pipinya yang memerah dan terasa panas akibat tamparan


__ADS_2