
Nameera sudah kembali ke rumahnya di temani sang suami, rumah itu sudah kosong karena semuanya sudah pulang ke rumahnya masing masing,
ia kembali membuka pintu dan melangkah masuk ke dalamnya, nameera mengedarkan pandangannya ke segala penju arah, kosong, " semua perabotan di ruang tamu sudah tandas tak tersisa, bahkan sofa sudah hilang tak tahu arahnya,
nameera kembali berjalan menyapu seluruh ruangan dengan pandangannya dengan tangan yang menempel di dinding, semua ruangan kosong tak ada satupun perabot yang tertinggal rumah itu seperti rumah baru yang belum di isi,
Rumah ini terlalu banyak menyimpan kenangan di dalamnya, Rindu, " satu kata yang nameera ucapkan, air matanya tiba tiba saja jatuh membasahi pipinya, ia menangis tak kuasa mengingat masa indah di saat kedua orang tuanya masih hidup,
"ma, aku kangen, " batin nameera,
zayn tak tahu harus berbuat apa untuk menenangkan hati istrinya, pasalnya keduanya adalah pasangan yang sama sama sudah tak memiliki keluarga yang utuh,
__ADS_1
zayn mengusap lembut bahu nameera agar ia bisa sedikit tenang, dengan kaki yang terus melangkah menyusuri setiap sudut rumahnya, rumah nameera memang lumayan besar namun tak sebesar mansion milik zayn,
sepi dan hampa dua kata yang memenuhi rumah itu sekarang, heh, " lagi lagi nameera menghembuskan nafasnya dengan kasar setelah ia kembali bisa menguasai dirinya,
"sepi, " ucap zayn dan nameera langsung menghadap suaminya dam ia hanya bisa mengangguki ucapan suaminya,
"sayang, dulu sebelum menikah kamar tidurmu ada di mana, " tanya zayn memecah keheningan di antara mereka, kemudian dengan cepat nameera membuka pintu di depannya," ini dia, " ucap nameera dengan tersenyum,
"kamar ini adalah saksi di mana setiap malam papa selalu memeluk ku sebelum tidur, dan mengusap rambutku serta mencium setiap inci wajahku.," ucap nameera sambil sesekali tangannya mengusap butiran bening yang mengalir di pipinya,
zayn menyapu seluruh ruangan yang menjadi kamar nameera dulu, ruangan itu tampak lebih besar, zayn menganggukkan kepalanya, sedangkan nameera kini ia melangkah memasuki kamarnya," sepi, " ucapnya sambil menyibak gorden kamar tidurnya,
__ADS_1
"ayo, " ucap zayn menanggapi ucapan nameera,
nameera yang tidak mengerti dengan ucapan zayn membuatnya harus menghadap suaminya sambil menautkan dahinya, " ayo, " ucap nameera membalikkan kata kata zayn,
"iya, ayo kita buat dedeq bayi yang banyak supaya tidak sepi, " bisik zayn yang mampu membuat nameera membulatkan matanya dan dengan reflex memukul lengan zayn, " dasar mesum, " kesal nameera bisa bisanya di saat nameera seperti ini dirinya masih bisa mengucapkan kata kata mesum seperti itu,
zayn tersenyum, " tak mengapa asalkan itu bersamamu sayang, " kini tangan zayn sudah maju dan melabuhkan pelukannya,
"apa perlu kita mengisi rumah ini seperti semula, " tanya zayn sambil menyembunyikan wajahnya dk ceruk leher nameera,
nameera terdiam dan langsung membalikkan dirinya agar menghadap suaminya, " memangnya bisa ya, " tanya nameera kembali
__ADS_1
zayn kembali tersenyum, " semuanya akan aku lakukan dan aku berikan hanya untukmu, " jawab zayn kemudiam mendaratkan kecupannya di kening nameera,
memang selepas pemakaman hanya tinggal mereka berdua di rumah itu, dan mengenai semua teman teman nameera mereka semua sudah pulang termasuk rasya dengan wajah masam dan tak bersahabat.