Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 55


__ADS_3

Tuan narendra yang merasa lelah akhirnya beranjak pergi dari ruang tengah menuju kamar tamu, ia langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuk, mungkin karena merasa terlalu lelah karena menempuh perjalan yang cukup lama, tuan narendra langsung tertidur,


Nameera sudah masuk ke dalam ruang kerja zayn, yah nameera bisa melihat sendiri bagaimana fokusnya seorang tuan zayn dalam bekerja, tangannya yang tak tinggal diam sedang mengotak atik berkas berkas penting yang ada di atas meja, untuk ia bubuhi tanda tangan,


"kemarilah, "ucap zayn tanpa menatap Nameera karena pandangannya yang sedang terfokus pada berkas yang masih ia tanda tangani,


Nameera melangkah mendekat menuju meja kerja tuan zayn dan berdiri di depannya, Nameera tak bergeming, dan fia sama sekali tak bertanya pada zayn mengapa dia di suruh datang ke kantornya,


sama seperti biasa Nameera hanya menunduk, tak berani menatap zayn sma sekali, "sini mendekat ke arahku, "ucap zayn yang sudah menutup berkas terakhir yang sudah selesai ia tanda tangani.


Nameera berjalan mendekati zayn, dan berdiri tepat di samping zayn, "Bugh,, zayn menjatuhkan nameera tepat di pangkuannya, "Degh, " nameera terkejut bukan main, matanya melotot ia segera bangkit namun tangan zayn menghalanginya, karena zayn sudah lebih dulu memeluk dirinya dengan sangat erat,

__ADS_1


"lepaskan aku, "ucap nameera datar


"Aku merindukanmu, "ucap zayn yang sudah mencium leher nameera dengan lembur.


"akh,, ku mohon lepaskan aku, aku malu dilihat kariawanmu tuan, "ucap nameera yang mencoba membebaskan dirinya dari dekapan zayn,


"tenang saja tidak ada yang berani mengganggu kita sayang, "ucap zayn lagi yang tangannya sudah bergeria menjelajahi tubuh nameera sambil bibirnya tetap mencium leher nameera dengan lembut.


"ini tak bisa ku biarkan, bisa² aku kebablasan lagi seperti waktu itu "gumam nameera dalam hati.


zayn yang mendengar isak tangis nameera menghentikan kelakuannya yang mencumbu leher nameera, "kenapa kau menangis, apa aku menyakitimu, "ucap zayn yang mengangkat wajah nameera dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Nameera semakin terisak, zayn yang melihat itu langsung membawa nameera ke dalam dekapannya, "maafkan aku, "ucap zayn yang mencium pucuk kepala nameera


"akh sial sudah On saja padahal aku belum memulainya, "geram zayn


"lepaskan saya, ku mohon, "ucap nameera mencoba membebaskan dirinya dari dekapan zayn,


Sebenarnya zayn sengaja menyuruh nameera ke perusahaan untuk menemani dirinya, dan menghayal untuk melakukan tugas mereka sebagai suami istri, ya sebenarnya zayn merindukan tubuh polos nameera, merindukan dirinya sedang mencumbui nameera dan seketika bayangan saat dirinya melakukan malam panas bersama nameera, tak terasa benda pusakanya langsun On saja.


"Aku menginginkanmu sayang, "ucap zayn membujuk nameera


Nameera tak menjawab, zayn hanya mendengar isak tangis nameera yang semakin kencang, zayn sebenarnya merasa bersalah telah memaksa namun ia juga ingin menuntaskan hasratnya yang lama sudah terbendung,

__ADS_1


"sekali ini saja ku mohon, "ucap zayn yang sudh menggendong nameera ala bridal style dan membawanya ke ruangan minimalis yang berada di dalam ruang kerjanya


zayn membaringkan nameera di atas tempat tidur, dan mulai ingin mencium bibir manis nameera,namun belum sempat zayn mencium nameera, nameera sudah bangun dan mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur,"ku mohon jangan lakukan ini terhadapku," ucap nameera yang sudah mengencangkan suara tangisannya dan menenggelamkan wajahnya di kedua pahanya.


__ADS_2