
anak buah ashila sudah terlihat tak bertenaga, wajahnya sudah membiru akibat serangan bogeman yang di layangkan zayn kepadanya,
kini zayn kembali duduk di kursinya, "buka penutup mata mereka, " ucap zayn kepada jack, dan jack dengan sigap membuka penutup mata dua orang di hadapannya itu dengan kasar,
"bisa tidak pelan sedikit, " gerutu ashila dan iriana,
kini matanya bisa menangkap beberapa orang yang tengah berpakaian serba hitam dengan kaca mata hitam yang melekat sempurna,
"lepaskan, siapa kalian dan apa mau kalian, " ucap ashila yang terus saja menggoyangkan tubuhnya,
"heh, " tak menjawab, zayn memilih menghembuskan nafasnya, bahkan kini kakinya ia naikkan dan bertempu pada satu kakinya yang lain, jangan lupakan tangannya yang terus saja ia sedekapkan,
"fikirkan apa kesalahan kalian sehingga kami memperlakukan kalian seperti saat ini, " ucap jack
zayn belum mau mengeluarkan suaranya, ia lebih memilih mengamati dua orang perempuan yang sudah dengan beraninya menyakiti wanitanya itu,
"aku merasa tak mengenalimu, jadi aku tak perlu repot repot memikirkan kesalahanku," ucap ashila sambil menjulurkan lidahnya tanda mengejek.
zayn tertawa kini ia berdiri dan bertepuk tangan atas ucapan yang di layangkan ashila,
"Bagus, " kini zayn susah mengeluarkan suaranya dengan masih bertepuk tangan,
__ADS_1
"Bagus, aku sangat suka jawabanmu itu nona, " ucap zayn sambil mendekat bahkan kini sangat dengan dengan ashila tanpa mengikiskan jarak seinci pun,
"apa mau mu menyingkir dari hadapanku, " teriak ashila sambil memundurkan tubuhnya,
zayn mencengkram kuat bahu ashila, " aku membencimu, bahkan saat ini tanganku sudah gatal untuk segera membunuh kalian berdua, " bisik zayn di telinga ashila dengan cengkraman yang sangat kuat di bahu ashila,
"lepaskan, perlakuanmu ini menyakitiku, " ucap ashila
"lepaskan putriku, apa kau tidak dengar dia kesakitan dengan perbuatanmu itu, " teriak iriana yang melihat ashila meringis,
"Bahkan ini saja belum cukup," zayn sudah berteriak dengan suara yang meninggi,
seketika itu iriana maupun ashila terdiam, " jangan bilang dia adalah zayn, " batin iriana sambil menggelengkan kepalanya
"zayn, " ucap ashila yang mengemali suara zayn,
"iya, ini adalah aku, " kini zayn membuka masker dan kaca matanya,
kedua mata iriana dan ashila serasa ingin lepas dari tempatnya
"zayn, apa salah kami padamu kenapa kau berbuat jahat pada kami berdua, " kini ashila shdah berbicara dengan intonasi rendah dan memelas
__ADS_1
"kau bilang kau salah apa, hahaha, " zayn tertawa tapi dalam tawanya itu mengandung banyak sekali amarah di dalamnya,
"pertama, kau selalu menyakiti istriku, dan yang ke dua, " kini mata zayn menatap tajam ke arah iriana,
"dendamku harus terbalas kali ini juga padamu, " tangan zayn dengan lurusnya menunjuk ke arah iriana,
"karena mu aku kehilangan semua barang berhargaku, " bahkan kini zayn sudah berdiri dan menggebrak meja dengan suara yang sangat keras,
"astaga mati aku, ternyata benar dugaanku dia adalah anaknya malik, " batin iriana tubuhnya sudah bergetar,
zayn kini mendekat ke arah iriana, ia dengan kuatnya mencengkram dagu iriana, " belum puas hem. " ucap zayn matanya sudah memerah bahkan kini mulut iriana seprti bebek yang maju ke depan,
"maaf, " kata itu lolos dari mulut iriana,
bahkan zayn kembali di buat tertawa atas permintaan maafnya, "maaf, wow, aku terkejut dengan ucapanmu," zayn seakan mengejek iriana dengan suaranya
plakk,
tamparan keras membekas di pipi irana, bahkan kini tubuh iriana kembali menegang dan bergetar, ia semakin memundurkan tubuhnya dan kini mentok ke tembok,
bahkan kini mata iriana dengan tajamnya bisa melihat pecahan kaca di samping tangannya,
__ADS_1