Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
129


__ADS_3

sejahat apapun dua orang jenazah yang tengah terbaring berbungkusan kain kapan di depan matanya, ia tetap datang dan memberinya doa doa,


terlihat di halam rumah, beberapa mobil mewah telah terparkir rapi, ya setelah nameera mendapatkan kenyataan bahwa dua orang yang selalu menyakitinya itu meninggal dunia, ia langsung menghentikan aksi suaminya dan bergegas mandi, memilih baju yang sopan dan cus langsung saja berangkat untuk pulang kerumahnya,


memang di wajahnya tidak ada raut sedih, nameera hanya diam saja duduk di samping jenasah ibu dan saudari tirinya dengan zayn yang setia menggenggam tangan nameera,


semua warga telah berkumpul untuk mengiringi perjalanan jenazah dengan doa doa, jenazah kini sudah di masukkan ke dalam kobil ambulans yang akan membawa mereka ke tempat peristirahatan terakhir,


dilla, fitri dan andre sudah berada di dalam rumah nameera sedangkan rasya ia tetap di dalam mobilnya, masih teramat sesak jika harus berhadalan dan melihat nameera di tambah lagi saat ini nameera bersama suaminya,


"Ra, kayanya gua ga bisa ikut dah, " ucap fitri sambil berbisik di telinga nameera,

__ADS_1


nameera hanya melirik sambil menganggukan kepalanya, fitri tersenyum dan langsung pergi namun tak langsung meninggalkan rumah nameera karena ia kasihan dengan rasya yang hanya sendirian di dalam mobil,


"udah selesai, " ucap rasya saat fitri memasuki mobilnya,


"belum," jawab fitri sambil menutup pintu mobil rasya,


"loh kok lu kesini kalau belum selesai acaranya, " cecer rasya,


jack sudah membukakan pintu mobil untuk tuan dan nyonyanya, dan kini mobil yang di naiki nameera sudah mengikuti arah ambulans yang akan membawanya ke pemakaman umum,


tenang, damai, tak ada lagi yang akan nameera fikirkan tentang kegilaan yang akan di hadapinya saat berhadapan dengan iriana dan ashila, namun sumpah ia sama sekali masih bingung dengan kejadian ini.

__ADS_1


pasalnya baru tadi pagi mereka bertemu dan sekarang dua orang itu sudah berada di dalam rumah terakhirnya, nameera memilih berpaling dari makam ashila dan iriana,


daan saat ini ia sudah tak bisa membendung rasa sedih di dalam hatinya, ia usap dua batu nisan yang susah agak berdebu dan air mata yang terus mengalir,


sedangkan zayn ia hanya mengusap punggung sang istri setelah mengetahui jika dua batu nisan ydng di usap nameera itu adalah milik mertuanya,


"hey, mama dan papa ku sayang, "air mata nameera sudah berjatuhan ia tak dapat membendung rasa sedihnya kehilangan dua orang terkasih memanglah amat menyakitkan namun itulah takdir,


"mama sama papa gimana kabarnya, tau gak sih tiap malam nameera itu selalu berdoa supaya kita tetep bareng terus walau itu hanya di dalam mimpi, nameera gak egois kan, "tetap dengan tangan yang mengelus dua batu nisan di depannya,


zayn yang melihat kesedihan istrinya hanya bisa menemani dan mengusap punggungnya, ia tak bisa melakukan hal lebih untuk membuat wanita yang ada di sampingnya itu agar tidak menangis,

__ADS_1


"oh, ya nameera lupa, kenalin ma pa dia suami nameera, dia yang akan jagaian putri papa dan mama hingga tua, namera juga sayang sama dia, " hikss nameera tak bisa meneruskan ucapannya dia hanya bisa menumpahkan semuanya dengan tangisan,


__ADS_2