Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 50


__ADS_3

"aku tahu kamu pasti bingung dengan sikapku padamu, tapi aku mohon maafkan aku sayang, maaf karena aku telah banyak menyakiti hatimu dan melukai fisikmu, "ucap zayn sambil mencium punggung tangan nameera.


entah datang dari mana tiba² tubuh nameera bergetar ia langsung melepaskan tangannya dengan kasar dari genggaman zayn, jujur nameera masih belum mengerti apa tujuan zayn berbuat demikian padanya,


zayn yang melihat nameera seperti sedang ketakutan karena ulahnya, akhirnya ia berdiri dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, tapi sebelum beranjak pergi satu kata yang zayn ucapkan kepada nameera "maafkan aku, "kata² itu terus saja zayn ucapkan kepada nameera,


nameera masih kalut, ia takut, dan juga belum bisa mencerna kata² zayn dengan baik,


drttt,,,


ponsel zayn berdering, namun si pemilik ponsel masih sibuk di kamar mandi, sedangkan nameera yang mendengar ponsel zayn berdering enggan untuk mengangkatnya, bahkan hanya untuk melihatnya saja ia enggan,, bukan tak mau nameera hanya takut,


ponsel zayn tak henti² nya berdering sampai zayn keluar dari kamar mandi, dan mendengar ponselnya berdering,


"sayang tolong jawab ponselnya, "ucap zayn ke arah nameera,

__ADS_1


nameera hanya terdiam tidak mengatakan ia atau pun tidak, dia hanya terdiam dan menundukkan pandangannya, tak menatap zayn yang berbicara ke arahnya,


zayn yang melihat tidak ada jawaban dari nameera maupun pergerakan untuk mengangkat ponselnya, akhirnya ia mengalah ia berjalan ke arah meja dekat dengan ranjang dengan handuk yang masih melilit di pinggangnya,


*paman narendra colling,,,,


"hallo nak*, "ucap tuan narendra


"ada apa paman, tumben sekali malam² begini menghubungiku,, memangnya ada masalah penting, "ucap zayn


"tidak ada, aku hanya ingin mengunjungimu, besok pagi aku akan kerumahmu, "ucap tuan narendra


zayn berjalan ke arah bathroom untuk mengambil piyama tidurnya, seharian zayn sangat sibuk di kantor sehingga sekarang tubuhnya sangat letih ia butuh istirahat, zayn berjalan menuju ranjang dan dia masih melihat nameera duduk sambil menundukkan pandangannya, selimut tebal masih setia menutupi seluruh tubuh sampai dengan dadanya,


"kenapa kau belum tidur, "ucap zayn yang sudah naik ke atas ranjang, nameera sama sekali tak menoleh ia hanya menjawab sekilas pertanyaan zayn,

__ADS_1


"aku belum ngantuk lagi, "ucap nameera singkat.


zayn mendekat ke arah nameera, nafasnya terdengar berhembus tepat di telinga nameera, refleks nameera menoleh ke arah hembusan nafas zayn, pandangan mereka berdua bertemu dan tanpa sadar zayn memajukan mulutnya, nameera yang kalang kabut akhirnya langsung menjatuhkan tubuhnya dan menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya,,


zayn yang tak menyeimbangi tubuhnya akhirnya terjatuh beruntung kedua tangannya bertumpu pada kasur sehingga ia tak mwnindih tubuh nameera,


"akh,, gagal ,"geram zayn


nameera yang berada di bawah selimut tak bisa memejamkan matanya dia merasa takut atas tindakan zayn yang tadi,


zayn yang sudah sadar akhirnya mengangkat tubuhnya dan kembali duduk di tempatnya semula, zayn mengusap wajahnya yang kasar saat melihat nameera sudah menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut,


"eemm, bolehkan aku memelukmu, "ucap zayn bertanya pada nameera,


nameera yang sebenarnya belum tidur namun dia tetap memejamkan matanya fikirannya yang menerawang ke mana²,dan zayn yang tak mendapatkan jawaban dari nameera akhirnya menyibak selimut yang menutup seluruh tubuh nameera, zayn tersenyum di bibirnya, dia mengetahui bahwa nameera belum tertidur tapi sengaja memejamkan matanya,langsung saja zayn menarik tubuh nameera dan memeluknya sambil mencium kening nameera dengan manis, jantung mereka berdua berpacu kencang seperti habis lari maraton.

__ADS_1


hay² para readers Setia tetep pantengin cerita author ya, ingat jangan lupa like dan comentt beri author vote sebanyak banyaknya agar semangat up tiap hari ok 👌👌👌


salam manis dari author 😘


__ADS_2