
Nameera melenguh, sedangkan zayn masih sibuk memcium perut rata nameera yang terhalang dengan baju yang nameera gunakan,
bahkan dokter haris terabaikan ia hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa berani mengeluarkan sepatah kata pun,
Nameera tersadar dan kini ia malah di bingungkan dengan kelakuan suaminya, dan apa ini kenapa suaminya itu terlihat mesum sekali padamu, " Mas, " ucap nameera sambil mengelus rambut suaminya, dan entah sejak kapan nameera mengganti panggilan untuk suaminya itu,,
"sayang, " ucap zayn saat mendengar suara istrinya, zayn tersenyum bahkan kini ia sedikit mengusap air matanya yang akan keluar,
"makasi sayang, " zayn kini mendaratkan kecupan yang bertubi tubi di setip inci wajah istrinya, "makasi untuk semuanya, " tak hentinya zayn mengucapkan kata kata itu.
sedangkan sekertaris haikal ia hanya bisa mondar mandir di depan pintu ruang UGD, rasa panik juga terlihat jelas di raut wajahnya" apa yang terjadi di dalam, " ucap sekertaris haikal sambil mengusap wajahnya ia hanya bisa mengintip dari celah pintu tanpa berani untuk masuk ke dalam sebelum mendapatkan titah dari tuannya,
sedangkan dengan pegawai di kantor yang telah menggunjing nameera kini telah di akuisisi dan langsung di pecat atas perintah tuan zayn,
__ADS_1
"ada apa, " tanya nameera dengan bingung," aku kenapa, " tanyanya lagi saat melihat ruangan yang bernuansa serba putih sambil tangannya di pasang selang infus,
Nameera berusaha untuk bangkit namun zayn menahannya, " istirahat sayang, " zayn kembali membaringkan nameera,
"aku tidak apa apa mas, " nameera kekeh ingin duduk kembali namun zayn mencegah istrinya itu sambil menahan bahu nameera,
"di sini ada baby sayang," ucap zayn dengan senyum bahagianya, sedangkan nameera ia malah ternganga mendengarkan ucapan suaminya, " apa, " ucap nameera sedangkan zayn ia hanya membalasnya dengan senyuman,
"aku hamil, " tanyanya kembali dan kini tangannya mulai meraba perutnya sendiri yang masih rata itu.
"sekarang kamu harus istirahat, jangan terlalu lelah sayang, ingat kamu tidak sendirian sekarang, " tutur zayn yang hanya mendapat anggukan dari istrinya itu.
"khemm, " dokter haris mulai berdehem karena seakan keberadaannya dan dokter melysha terabaikan.
__ADS_1
nameera menoleh ke arah sumber suara, "selamat ya, " ucap dokter haris mulai mendekat ke arah dua sejoli yang tengah berbahagia itu,
tangan dokter haris maju terulur untuk memberi ucapan selamat terhadap nameera namun sayang tangannya langsung di tepis oleh zayn, " tidak usah repot repot, " sinis zayn
"sama sama, " jawab nameera dengan senyuman manisnya,
dokter melysha ikut maju ke arah nameera," saya periksa sekali lagi ya, " ucapnya ramah kemudian kembali memeriksa ke adaan nameera sebelum meninggalkan rumah sakit.
"nyonya harus sering istirahat atau di perlukan bedres yang cukup mengingat janinnya lemah, " tutur dokter melysha menjelaskan ke adaan nameera.
"jauhi hal hal yang akan membuat anda setres, harus banyak happy dan mungkin untuk trimester pertama semua calon ibu akan merasakan gejala muntah pusing dan sebagainya, jadi jaga pola makan dan mood ibu hamil tuan, " kembali dokter melysha memberi penjelasan dan setelahnya nameera di perbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit setelah infus di tangannya di buka.
"mas, aku ini tidak sakit aku hanya sedang hamil, " ucap nameera yang merasa perlakuan suaminya kali ini sangat berlebihan bahkan ia harus di dorong menggunakan kursi roda yang jelas jelas kakinya masih kuat untuk berjalan.
__ADS_1
sekertaris haikal langsung membukakan tuannya mobil dan zayn menggendong nameera masuk ke dalamnya, " mas, " ucap nameera
"sayang aku tidak mau terjadi apa apa padamu dan calon baby kita dan ingat pesan dokter tadi, " cecer zayn dan mobil melesat meninggalkan rumah sakit