
tangan zayn sudah bergeria di tubuh nameera, namun zayn belum merasa puas karena dari tadi nameera tak mau membuka mulutnya al hasil zayn dengan sengaja menggigit bibir nameera sehingga ia bisa dengan mudah untuk **********, "akh, " satu kata yang berhasil lolos dari bibir nameera dan itu membuat hasrat zayn semakin membara,
zayn semakin memperdalam lumatannya, nameera hanya diam tak begeming dirinya tak melakukan aksi pemberontakan terhadap cumbuan yang di lakukan zayn terhadapnya,
aksi zayn semakin liar namun dia masih melakukannya dengan sangat hati², dan terlihat begitu manis, zayn melepaskan ciumannya di bibir nameera, sekarang ia mencumbu semua bagian di wajah nameera dan sekarang ia sudah beralih ke leher jenjang nameera,
zayn mencium dan sedikit menggigit leher nameera sehingga meninggalkan tanda kissmark, "akh,, lagi lagi nameera mendesah karena kelakuan zayn, zayn kembali menyesap bagian leher nameera dan ia ingin kembali membuat tanda kissmark, namun nameera terlebih dahulu mencegahnya, "jangan lagi, aku malu, "ucap nameera yang mencoba menahan zayn,
zayn berhenti melakukan aksinya untuk membuat kissmark, sekarang ia menatap wajah nameera sambil tersenyum manis, nameera yang mendapatkan tatapan dari zayn menjadi celingukan, rona merah di pipinya terlihat begitu jelas sehingga membuat zayn menjadi gemas terhadap dirinya,
__ADS_1
zayn kembali mencumbu setiap inci wajah cantik istrinya dan sedikit berbisik di telinga nameera, " i love you, " bulu² halus nameera terasa berdiri di saat dirinya mendengar apa yang di ucapkan zagn kepada dirinya,
tangan zayn sudah meraba tubuh nameera,
ia membuka satu persatu kancing piyama nameera, dan berhasil, semua kancing itu terlepas dengan mudahnya, sekarang tangan zayn sudah meraba punggung nameera dari dalam piyama ia langsung membuka kaitan bra yang di pakai nameera,
rona merah di pipi nameera semakin terlihat, zayn kembali mencumbu wajah merona nameera, ia kecup setiap inci wajah itu dan tangannya sudah berada di antara gunung everest milik nameera, degub jantung nameera serasa tak berirama tubuhnya menegang, sentuhan zayn membuatnya serasa melambung di udara,
zayn mencium dan sedikit menyesap gunung milik nameera "akh, "nameera mendesah dan tanpa sadar meremas rambut zayn,
__ADS_1
zayn tak peduli akan remasan tangan nameera pada rambutnya, ia terus melanjutkan aksinya, dan setelah merasa puas zayn kembali menatap wajah istri cantiknya itu, tanggannya sudah ingin membuka penutup terakhir yang masih berada di tubuh nameera, namun sebelum itu terjadi nameera menggenggam tangan zayn, " aku sedang datang bulan, " bisik nameera tepat di telinga zayn, bisikan itu mampu membuat zayn diam mematung,
hasratnya yang sudah membuncah ingin segera tersalurkan, adik kecilnya yang sudah menegang dari tadi ingin segera masuk dan menjelajahi hutan rimbun, namun harus terhenti tatkala mendengar bisikan istri cantiknya,
zayn langsung menatap wajah nameera, ia menelusik mata nameera mencoba mencari kebohongan, namun zayn tak dapat menemukan kebohongan disana,
"apa kau serius dengan ucapanmu, " zayn langsung mendapat anggukan dari nameera,
"akh sial, " batin zayn
__ADS_1
"maaf aku tak bermaksud seperti itu, "ucap nameera dengan pelan,
"kenapa kau harus meminta maaf sayang, kau tak salah apa², hanya waktunya saja yang belum tepat, "ucap zayn sambil memegang bahu nameera,