
"a, ada apa tuan, " ucap sekertaris haikal terbata bata melihat tatapan tak bersahabat tuannya itu,
zayn langsung mengangkat kerah kemeja yang di pakai sekertaris haikal,
"kau bosan hidup," zayn terlihat sangat marah
sekertaris lisa yang melihat adegan berbahaya itu hanya bisa berdiri mematung, tubuhnya juga gemetaran, keringatnya bercucuran,
"ya tuhan apa yang akan tuan zayn lakukan, " gumam sekertaris lisa mematung sambil melihat tuan zayn yang sedang marah,
"ampun tuan, " hanya itu yang sekertaris haikal bisa katakan,
"mana, katamu istriku sedang ada di sini, " ucap tuan zayn sambil menghempaskan tubuh sekertaris haikal,
tubuh sekertaris haikal terhuyung dan terjatuh tersungkur ke lantai,
"saya tidak berbohong tuan, tadi saya memang melihat nyonya di aula saat dewan SDM mengarahkan," sekertaris haikal sudah pucat ia takut jika tuannya itu akan berbuat lebih,
"lalu di mana dia sekarang, " zayn berdecak pinggang di ruang kerja sekertaria haikal,
"saya akan mencari tahu dimana dia di tempatkan oleh dewan direksi tuan," sekertaris haikal berdiri dan segera meninggalkan ruangannya,
__ADS_1
"sialan, aku menyesal memberitahunya," gerutu sekertaris haikal sambil berjalan keluar niatnya hanyalah mencari di mana keberadaan nyonya mudanya itu,
sedangkan nameera baru saja kembali saat urusannya dengan toilet sudah selesai, ia kembali lagi bergabung bersama tim dari devisinya,
" udah selese lu," ucap fitri yang melihat nameera sudah duduk di meja kerjanya,
nameera hanya tersenyum dan melanjutkan pekerjaanya,
sekertaris haikal menyusuri setiap tim dari masing masing devisi namun keberadaan nyonya mudanya belum ia ketemukan,
"satu ruangan lagi, " ucap sekertaris haikal sambil menunjuk ruangan devisi yang belum ia masuki,
dan benar saja saat ia berada di ambang pintu, ia sudah bisa melihat istri dari tuannya itu sedang sibuk dengan berkas yang ada di hadapannya,
zayn masih setia menunggu kedatangan sekertaria haikal sambil duduk di kursi milik sekertaris haikal,
sekertaris lisa tak berani menatap tuan zayn, ia lebih baik melanjutkan pekerjaanya walaupun keringat dinginnya bercucuran di dahinya untuk sekedar mengusapnya saja sekertaris lisa tak berani,
sekertaris haikal memasuki ruangannya dan langsung menghampiri tuannya yang masih terlihat seperti singa kelaparan,
zayn hanya mengetuk jari jari tangannya di meja kerja milik sekertaris haikal
__ADS_1
"nyonya ada di ruangan devisi keuangan tuan," ucap sekertaris haikal yang sudah menegapkan tubuhnya,
zayn langsung bangkit dan keluar dari ruangan sekertaris haikal,
"selamat, " sekertaris haikal duduk di kursinya sambil menyenderkan kepalanya,
"hey, memangnya siapa yang di cari tuan zayn, " tanya lisa yang bingung melihat interaksi tuannya dan sekertaris haikal
"jangan banyak tanya, lanjutkan kerjamu, " jawab sekerraeia haikal dengan sinis,
"ish kau ini, "
zayn kembali lagi ke ruang kerjanya, ia duduk di kursi kebesarannya sambil mengambil ponsel miliknya yang berada di atas meja,
"istriku itu, " zayn tersenyum
zayn berniat menghubungi nameera namun ia urungkan,"lebih baik nanti saja saat jam makan siang," zayn langsung saja membuka satu persatu berkas yang tadi ia abaikan,
namun tetap saja zayn tak fokus, fikirannya melayang membayangi istri cantiknya itu,
"drrtt,,
__ADS_1
colling
akhirnya zayn menghubungi nameera, karena ia tak tahan untuk menahan rindu yang telah terbendung dari tadi, (ah dasar lebay)