Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
87


__ADS_3

Beberapa hari ini Rasya seperti tak bersemangat untuk menjalani hari harinya, hidupnya terasa hampa, seakan tak bergairah untuk melanjutkan hidup ke depannya ia seperti hidup segan matipun tak mau,...


memasuki ruangan pribadinya rasya tersenyum kecut melihat beberapa koleksi photo Yang menempel indah di dinding ruangan tersebut,


Rasya menyentuh beberapa lembar photo Yang terpajang indah di dinding Yang dihiasi dengan lampu tumbler Yang warnanya biru terang,


"Beritahu aku jika perjuanganku ini belum siaยฒ," ucap Rasya sambil tersenyum manis menatap pajangan photo Yang berbaris rapi itu,


semangat, ya kini rasya sudah menyemangiti dirinya, " perjuanganku belum usai, " Rasya kini meninggalkan kamar itu llu mengunci pintunya rapat rapat, kembali ke dlam kamarnya, rasya langsung memasuki kamar mandi,


ia merendam tubuhnya di dalam beth up, Yang sudah di capmurkan dengan aromateraphi Yang sangat wangi,


tersenyum sambil keluar meninggalkan kamar mandi, rasya berjalan ke wolk in closet untuk mengganti bajunya, "perfeck, " rasya sudah rapi dengan balutan kemeja Dan celana jeans, ah, ketampanan rasya semakin bertambah,


Rasya mengambil ponselnya Yang bertengger di atas nakas, mencoba menghubugi salah satu nomor yang berada si dalam ponselnya, namun gagal Rasya hanya mendengar suara ocehan sang operatur,


"Mungkin ponselnya mati, aku harus positif tingking, " Tersenyum lebar kini Rasya meraih kunci mobilnya yang tergantung rapi di tempatnya,

__ADS_1


Baru saja membuka pintu kamar apartemennya Rasya harus di kejutkan dengan seorang perumpyan yang juga berdiri di depan pintu kamar Apartemennya,


"Mama," pekik Rasya yang terkejut


ya, mama Laura adalah mama Rasya, beberapa hari ini Anak kesayangannya itu tak pernah mengunjunginya, sebagai seorang ibu mama Laura sedikit khawatir karena jarang sekali putranya itu bersikap seperti ini,


"sayang," mama Laura merentangkan tangannya dan segera nenghamburkn pelukannya kepada anak sulungnya itu,


walaupun tidak suka di peluk oleh seseorang tetapa Rasya membalas pelukan mamanya itu,


"kenapa?? Antoni menautkan alisnya mendengarkan ucapan mama tercintanya itu,


"kenapa beberapa hari ini kamu hilang kabar, mam telpon ponsel kamu mati, mama cari ke sini kamu tidak ada, "panjang lebar Mama laura mengomeli anak sulungnya itu,


Belum puas mengomeli anaknya Rasya malah mencium pipi sang mama sambil beranjak "aku harus pergi ma, " ucap Rasya berjalan sambil melambaikan tangannya,


" Dasar anak nakal, " Namun senyum timbul di bibir mama laura Yang melihat anaknya begitu ceria

__ADS_1


"Apa bujang itu sedang jatuh cinta, " melihat expresi anaknya mama laura tiba tiba mensugesti bahwa anak bujangnya itu kini sedang jatuh cinta,


Rasya mengendarai mobilnya membelah jalan raya, senyum di bibirnya kini kembali hadir, " jika pondelmu tak aktif aku akan mencari ke rumahmu, " senyum bahagia Rasya bersemangat mengejar cintanya setelah beberapa hari ini terpuruk dalam fikiran kalutnya,


setelah berhasil mengendarai mobil mewahnya dengan lincah kini mobil Rasya sudah berhenti di sebuah rumah dengan gerbang Yang menjulang tinghi ke atas,


Bersemangat saat turun dari mobilnya, memencet bell Yang ada di samping gerbang, namun satu orang pun tak kunjung keluat dari dalam rumah, " mungkin efek malam makanya mereka tak kunjung keluar, " Rasya selalu berpositif tingking,


mungkin jari jari rasya sudah pegal karena beribu ribu kali ia memencet bell namun sang empu rumah tak kunjung memperlihatkan batang hidungnyaa,


berjalan mengitari gerbang, mata rasya tertuju pada gembok besar Yang di antara pembuka gerbang, " di kunci, kemana mereka semua sebenarnya, " gumam Rasya sambil menggenggam gembok besar pengunci gerbang rumah Nameera


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ



jangan lupa mampir, di like Dan masukkan favorit ya gays ๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2