
"heh, "nameera menghembuskan nafasnya dengan kasar, "magang di kantor milik zayn, akh, kenapa pilihannya harus dua kenapa tidak tiga saja, " gumam nameera frustasi
mereka berempat sudah memasuki kelasnya, beberapa hari lagi magang akan dilaksanakan di dua perusahaan dan masing masing dari mahasiswa dan mahasiswi sudah menentukan di mana mereka akan magang,
"gays,gays, proposal magang kalian sudah siap semua kan," ucap fitri sumringah,
Nameera menatap dengan malas, hari ini dia benar² tidak bersemangat," hari hari yang aku jalani pasti akan terasa berat,ohh,"gumam nameera sambil duduk bersandar di bangku kelasnya.
"kenapa lagi lo," ucap Andre yang melihat tingkah nameera.
"hah, ga ada, " nameera membetulkan posisi duduknya, mungkin efek mensnya juga membuat ia jadi tak bersemangat hari ini,
"gue itu bingung banget deh sama lo meer, dari tadi kita di kantin, lo nolak terus emang lo kenapa sih, " ucap Fitri yang bingung dengan nameera, Fitri masih belum mengerti alasan nameera selalu menolak kedua perusahaan yang akan mereka tempati untuk magang,
"ga ada apa² seriusan dah, ucap nameera dengan nada datar dan wajahnya sedikit pucat di akibatkabkan rasa nyeri yang menyerang perutnya, efek menstruasi di hari pertama.
"muka lu pucet banget sakit yak, " timpal dilla yang memegang kening nameera, "loh tapi ga panas, " dilla masih memegang kening dan leher nameera,
__ADS_1
"gue lagi mens, " bisik nameera yang langsung diangguki dilla.
hari ini mata kuliah berakhir dengan tenang tanpa ada gangguan sedikitpun, nameera terlihat tak menikmati pelajaran kali ini, nyeri di perutnya makin terasa sakit,biasalah sakitnya mens di hari pertama itu seperti apa,
mereka berempat sama sama berpamitan pulang, seperti biasa di luar gerbang nameera sudah stand by di tunggu oleh supir yang zayn utus untuk menjemput kepulangan istrinya,
"silahkan nyonya," ucap pak gun selaku sopir pribadi zayn,
nameera dengan malas masuk ke dalam mobil, duduk diam sambil memegangi perutnya, nyeri yang ia rasakan tak kunjung menghilang, mobil yang di tumpangi nameera sudah melesat jauh meninggalkan kampus,
"baik nyah, " jawab pak gun dan langsung membelah jalan di keramaian para pengendara,
saat mobil sudah sampai di depan rumah sakit, tanpa menunggu pak gun membukakannya pintu, nameera langsung saja keluar dan memasuki lobby rumah sakit untuk mendaftar, tanpa menunggu waktu lama nama nameera langsung di panggil,
"ada keluhan apa bu, " ucap salah seorang dokter yang ber tag name"dr marisha, "
"saya mau memasang alat kontrasepsi dok, " ucap nameera dengan gugup.
__ADS_1
dokter marisha menautkan alisnya, menelusik penampilan nameera, "masih muda, " gumam dokter marisha,
"anda sudah menikah, " ucap dokter marisha yang langsung mendapat anggukan dari nameera,
mereka berbincang² banyak hal seputaran tentang efek kb yang akan nameera gunakan, dan nameera menjatuhkan pilihannya pada "implan, " karena dia merasa itu yang paling aman ,
"selesai, " dokter marisha membereskan alat² yang sudah di gunakan untuk memasangkan alat kontrasepsi di lengan nameera,
"anda harus menunggu tiga hari dahulu, baru bisa beraktifitas, jangan mengangkat barang yang berat dulu karena itu bisa menimbulkan rasa nyeri, " cecer dokter marisha, nameera hanya mengangguk dan keluar dari ruangan dokter marisha,
tujuan nameera selanjutnya adalah coffe shop, hari ini ia akan menyerahkan surat pengunduran dirinya yang telah ia siapkan jauh jauh hari, mobil yang di tumpangi nameera sudah pergi dari area rumah sakit, dan disinilah dia berada di depan coffe shop tempat dia menggantungkan hidupnya beberapa tahun lalu,
🔸🔸🔸🔸
terimakasi ku ucapkan untuk para readers yang sudah berbaik hati untuk membaca novel ini, dan terimakasi juga udah kasi like, dan comentnya jangan lupa di vote juga ya 😊
salam manis dari otor untuk para reader Setia 😘
__ADS_1