
terlihat dua orang yang berbeda usia sedang mengepalka kedua tangannya, wajah mereka berdua terlihat geram dan marah karena pasalnya kedatangan mereka berdua tak di hiraukan oleh si empu pemilik mansion mewah,, ya mereka berdua adalah ibu Ariana dan ashila keluarga tiri nameera yang di acuhkan di dalam mansion,
"lihat tingkahnya ma, awas aja nanti aku akan kasi dia pelajaran yang setimpal, "ucap ashila yang terlihat mengepalkan kedua tangannya dia sangat geram apalagi melihat zayn yang sama sekali tak menghiraukan dirinya ashila semakin kesal .
"sabar,,sayang tunggu aja tanggal mainnya, lebih baik kita pergi saja dari sinii, percuma juga diam disini toh target saja sudah pergi," ucap ibu iriana yang sudh bersiri dari dusuknya,
mereka berdua meninggalkan mansion zayn dengan perasaan kesal dan marah,
...sedangkan di dalam mobil mewah milik zayn masih seperti semula tak ada percakapan yang terjadi, sampai mobil berhenti tepat di depan gerbang kampus, nameera hendak membuka pintu mobil namun terhenti karena mendengar deheman zayn, "khemz, ga pamit dulu sama suaminya," ucap zayn yang memandangi nameera ,...
"kenapa sikap anda semakin kesini semakin manis tuanku,, sebenarnya apa yang anda rencanakan, oh ayolah berubahlah menjadi seperti biasanya lagi, "ucap nameera di dalam hatinya,,
"ee,, malah bengong si nyonya, "ucap zayn sambil memegang tangan nameera,
nameera terkejut karena zayn memegang tangannya dan langsung berbalik arah mengahadapi zayn, "eh, iya tuan saya pamit dulu, "ucap nameera yang berhasil membuka pegangan tangan zayn dari tangannya .
"ga mau Salim dulu, awas nanti jadi istri durhaka loh, "ucap zayn yang sudah mengangkat tangannya ke arah nameera.
__ADS_1
nameera terkejut mendengarkan semua ucapan zayn mau tak mau dia langsung mengambil ulurn tangan zayn dan menciumnya dengan terpaksa,
"baiklah tuan saya masuk dulu, ucap nameera yang membuka pintu mobil dan keluar dari dalamnya,
Beruntung semua mahasiswa sudah memasuki gedung masing² sehingga tidk ada yang melihat nameera turun dari mobil mewah milik zayn,
"ah syukurlah anak² sudah masuk semua jadi tidak ada yang melihatku keluar dari mobil itu," ucap nameera seraya melajukan langkahnya menuju gedung tempat kelasnya berada,
zayn hanya tersenyum mengingat nameera mencium punggung tangannya,
sekertaris haikal melajukan kembali kendaraannya menuju perusahaan, mobil berhenti tepat di pintu masuk perusahaan, sekertaris haikal keluar lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk tuannya itu, para pegawai menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat terhadap presdir mereka.
namun tak di jawab oleh presdir zayn dia hanya melangkah tanpa menatap semua kariawan perusahaannya,
sampai di ruangannya zayn kembali dibuat kesal karena nissa audah duduk di kursi kebesarannya,,
"honey, "ucap nisa dan langsung menghamburkan pelukannya ke zayn,
__ADS_1
mood zayn yang tadinya sangat bagus harus menjadi jelek lagi karena nissa,
"lepaskan tanganmu dari tubuhku, "ucap zayn dengan nada datar, namun nissa tak peduli dia masih saja memeluk zayn dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang zayn, "aku tidak mau honey, "ucap nissa yang menggelengkan kepalanya,
zayn mencengkram bahu nissa dengan kasar sehingga membuat nissa meringis kesakitan,
"aku sudah memperingatimu untuk berhenti menggangguku, jadi sekarang pergilah sebelum aku berbuat kasar padamu, " ucap zayn yang melepas cengkramannya di bahu nissa,
namun nissa yang tak punya malu tetap berusaha memeluk zayn lagi tanpa mau susah² untuk mendengar apa yang zayn katakan pada dirinya..
,
,
,
khayalanku cuma muat buat nulis novel yang gajelas sama sekali seperti ini,, jangan dihina ya lebih baik coment yang Bagus supaya bisa author revisi lagi,,
__ADS_1
salam manis dari author 😘