Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
94


__ADS_3

"enghh, lenguh ashila yang masih terbaring di atas brangkar rumah sakit,


membuka matanya perlahan yang pertama ia tatap adalah dinding yang berwarna putih dengan di hiasi gorden berwarna biru,


sunyi dan sepi tak ada seseorangpun yng berada di sisinya, "di mana aku, " ucap ashila hendak bangun namun kepalanya masih terasa sangat sakit dan pusing,


ia kembali menidurkan tubuhnya, " apa yang terjadi padaku, " ingatannya belum kembali sepenuhnya semalaman tak sadarkan diri membuat ashila lupa prihal dirinya menabrak pembatas jalan,


"astaga, mama, " teriak ashila setelah mengingat apa yang menimpa dirnya,


"mama dimana, " teriakan ashila semakin kencang hingga para suster datang untuk melihat ke adaan ashila


"Nona anda kenapa, " ucap suster yang memasuki rung rawat ashila,


"dimana mama saya, " ucap ashila sambil mencoba untuk bangkit,


memaksakan tubuhnya untuk bangkit walaupun rasanya seperti remuk redam bak di hantam, suster membantu ashila dan menjadikan bantal sebagai penjangga punggungnya,

__ADS_1


srekk,


suster itu menyingkap gorden yang menjadi pembatas ahila dan mama iriana,


semalam setelah melakukan transaksi dengan pihak resepsionis zayn memang tak mau repot repot untuk memindahkan mereka menuju ruang vip, dan zayn lebih memilih untuk pulang bersama istrinya di bandingkan berdiam diri di depan ruang rawat ashila dan mamanya,


"mama, " lagi ashila berteriak dan hendak turun dari brangkar, menyibak selimutnya "aww, " ringis ashila ketika hendak menurunkan sebelah kakinya


"kenapa rasanya sakit sekali, " ucap ashila sambil melihat kakinya, "astaga, " terkejut bukan main ashila menganga melihat kakinya yang berbalut perban,


"apa Yang terjadi pada kaki ku, " ashila menangis


"aa sialan, " ashila menangis merutuki kecerobohan dirinya saat berkendara hingga mengakibatkan kakinya cidera,


kini giliran mama iriana Yang sudah sadar, mengedarkan pandangannya Dan netra hitamnya langsung menangkap sosok perempuan Yang sedang menangis sambil memukuli dirinya sendiri Dan dia adalah ashila,


mama iriana Yang melihat itu sangat terkejut Dan buru buru langsung turun dari brangkar karena memang dirinya terbebas dari selang infus,

__ADS_1


"hey sayang kenapa, " ucap mama iriana sambil menahan tangan ashila Yang hendak memukuli dirinya sendiri lagi,


"ma kaki ku ma, " ashila menangis dalam pelukan mamanya


"kenapa ," mengelus rambut putri kesayangannya agar ashila berhenti menangis histeris,


"kaki ashila patah ma, " mama iriana Yang mendengar ucapan ashila menjadi syok, sambil terus mengusap rambut anaknya hanya untuk sekedar membuat ashila menjadi sedikit lebih tenang,


"sabar sayang, " hanya kata itu yang mampu mama iriana ucapkan,


bukannya tenang ashila malah semakin menangis, "jika kakiku seperti ini mana mau zayn melirikku, " saat dalam keadaan seperti ini bisa bisanya otak ashila memikirkan cara merayu zayn,


"aku kesal ma, " ucap ashila setelah pelukan mereka terlepas,


"aku harus bersabar lagi jika seperti ini keadaanya, " raut wajah ashila saat ini sudah berubah ia tak lagi menangis, melainkan ia terlihat seperti seseorang Yang sedang menahan amarah,


"ma ini semua gara gara wanita sialan itu," gerutu ashila sambil mengepalkan tangannya Yang masih menyatu dengan selang infus,

__ADS_1


"awas saja aku akan membalaskan ini semua padamu sialan, " ashila semakin geram, tak hanya ashila mama iriana pun sama geramnya,


"dan kau tenang saja, wanita sialan itu akan kita hancurkan sama sama, dan kau akan mendapatkan zayn seutuhnya, " senyum licik terbit dari bibir mereka berdua,


__ADS_2